Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Sabun Batang atau Sabun Cair? Ini Perbedaan, Kelebihan, dan Kekurangannya

Shandrina Shira - wolipop
Minggu, 01 Feb 2026 18:40 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Sabun Cair Vs. Sabun Batang
Foto: Dok. iStock, Ilustrasi AI
Jakarta -

Sering digunakan setiap hari, sabun mandi yang umum ditemui biasanya berbentuk batangan atau cair. Pernahkah kamu bertanya-tanya atau menebak mana yang sebenarnya lebih baik?

Sabun batang maupun sabun cair memiliki fungsi yang sama, yaitu mengangkat kotoran dari permukaan kulit. Namun, perbedaan bahan, proses pembuatan, hingga kandungannya membuat masing-masing jenis sabun memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sabun Batang

Sabun batang melalui proses pembuatan yang lebih lama dan berbentuk padat, dikenal dengan istilah saponifikasi. "Sabun batangan melalui proses kaustik yang melibatkan pemanasan minyak dan lilin serta penambahan alkali, lalu campuran tersebut didiamkan selama enam hingga delapan minggu sehingga bahan-bahan kimianya menguap," ujar ahli kimia kosmetik Gabrielle Nekrasas, mengutip Byrdie. Proses ini membuat sabun batang lebih pekat dan minim bahan tambahan.

Sabun Cair Vs. Sabun BatangSabun Cair Vs. Sabun Batang Foto: Dok. iStock, Ilustrasi AI

Kelebihan sabun batang:

- Formula sabun batang cenderung sederhana.

ADVERTISEMENT

- Karena berbentuk padat, sabun batang tidak memerlukan banyak pengawet.

- Mengandung lebih sedikit bahan dibanding sabun cair sehingga risiko iritasi lebih minim.

Kekurangan sabun batang:

- pH sabun batang relatif tinggi. "Sabun batang memiliki pH antara 9-10, yang tidak dapat diturunkan karena banyaknya tahapan yang diperlukan," ujar Gabrielle Nekrasas. Kondisi ini bisa menyebabkan kulit terasa kering, terutama pada pemilik kulit sensitif.

Sabun Cair

Close up young woman pouring liquid moisturizing soap shower gel from cosmetic bottle on loofah puff, enjoying morning evening body cleansing routine, removing dead cells exfoliating in bathroom.

Foto: Getty Images/iStockphoto/fizkes

Berbeda dengan sabun batang, sabun cair memiliki proses pembuatan yang lebih cepat dan umumnya mengandung air, bahan pengondisi, pelembap, serta bahan aktif tertentu. "Sabun mandi cair biasanya mengandung bahan pelembap tambahan seperti emolien, humektan, dan minyak untuk membantu mengembalikan kelembapan kulit," kata dokter Navin S. Arora, DO, FAAD, mengutip InStyle.

Kelebihan sabun cair:

- Teksturnya lebih lembut dan pH-nya mendekati pH alami kulit.

- Sabun cair sering diformulasikan khusus untuk masalah kulit tertentu, seperti kulit kering, pori-pori tersumbat, dan kulit mengelupas.

- Lebih higienis karena dikemas dalam botol tertutup sehingga mengurangi risiko kontaminasi bakteri.

Kekurangan sabun cair:

- Mengandung pengawet. Karena berbahan cair, sabun cair membutuhkan pengawet untuk mencegah pertumbuhan jamur dan bakteri, yang bisa kurang ideal bagi kulit sensitif.

- Penggunaan kemasan plastik dan botol sulit dihindari sehingga dapat meningkatkan limbah lingkungan.

Kapan Sebaiknya Menggunakan Sabun Batang Vs. Sabun Cair?

sabun mandi

Foto: shutterstock

Sabun Batang

Sabun batang bisa menjadi pilihan tepat bagi pemilik alergi tertentu karena formulanya yang sederhana dan umumnya bebas paraben. Untuk kulit sensitif atau mudah iritasi, sabun batang berbahan alami dan hipoalergenik dapat menjadi alternatif yang aman. Selain itu, bentuk padat sabun batang memiliki risiko kontaminasi bakteri yang sangat kecil, selama disimpan di tempat kering dan tidak terendam air.

Sabun Cair

Sabun cair lebih disarankan saat kulit terasa kering, kaku, atau mengelupas karena kandungan pelembapnya dapat mengunci kelembapan. Bagi pemilik masalah kulit seperti rosacea, psoriasis, atau jerawat, sabun cair dengan formula khusus biasanya lebih efektif. Selain itu, sabun cair juga cocok bagi yang ingin melakukan eksfoliasi ringan karena tersedia dalam varian dengan bahan eksfoliasi.

Bahan yang Dianjurkan dalam Sabun

Skincare Lactic Acid

Foto: Dok. Brand

Baik sabun batang maupun sabun cair, usahakan mengandung beberapa bahan berikut agar kulit mendapatkan manfaat maksimal:

- Gliserin, berbahan dasar tumbuhan yang dapat mengunci kelembapan lapisan pelindung kulit tanpa menghilangkan minyak alami.

- Minyak esensial seperti minyak lemon, mawar, lavender, kelapa, dan almond untuk manfaat tambahan.

- Lactic acid atau salicylic acid bagi yang mencari bahan pengelupas dengan formula lembut.

- Shea butter dan coconut butter yang sering ditemukan dalam formula sabun hipoalergenik tertentu.

Bahan yang Sebaiknya Dihindari

Sebaiknya hindari sabun yang mengandung antibakteri kuat seperti triclosan, paraben, atau parfum berlebihan, terutama jika memiliki kulit sensitif.

Pada akhirnya, baik sabun batang maupun sabun cair sama-sama efektif untuk membersihkan kulit. Pilihan terbaik bergantung pada kondisi dan kebutuhan kulit masing-masing individu. Misalnya, bagi pemilik kulit sangat sensitif, sabun batang bisa menjadi solusi. Sementara itu, bagi kulit kering atau yang membutuhkan formula tertentu, sabun cair dapat menjadi pilihan.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads