Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Viral Suami Kena Tagihan Rp 253 Juta Usai Ketahuan Main Aplikasi Kencan

Vina Oktiani - wolipop
Senin, 03 Agu 2026 13:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

A man sitting at the end of a bed, deep in solemn thought.
Foto: Dok. iStock
Jakarta -

Kepercayaan adalah salah satu pondasi terpenting dalam sebuah hubungan. Sekali rusak, dampaknya bisa meluas ke berbagai aspek kehidupan, bahkan sampai urusan keuangan. Hal itulah yang tergambar dalam sebuah video TikTok yang belakangan viral dan memicu perdebatan di media sosial.

Video tersebut diunggah oleh kreator TikTok @renaee.xo_. Di awal video terdengar seorang pria menelepon istrinya dengan nada kesal. Ia mengaku baru saja menjalani operasi dan menerima tagihan medis sebesar US$14.000 atau sekitar Rp 253 juta. Selain itu, ia juga diminta membayar biaya tambahan sebesar US$150 sekitar Rp 2,7 juta karena pihak rumah sakit tidak dapat memastikan bahwa dirinya masih memiliki perlindungan asuransi.

Pria itu meminta sang istri segera menghubungi pihak asuransi agar masalah tersebut bisa diselesaikan. Namun, jawaban istrinya justru membuat suasana berubah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan tenang, sang istri mengatakan bahwa ia memang tidak pernah memasukkan kembali nama suaminya ke dalam polis asuransi setelah mengetahui pria tersebut menggunakan aplikasi kencan Tinder. Menurutnya, keputusan itu diambil setelah kepercayaannya hancur akibat tindakan sang suami.

Unggahan tersebut pun langsung banjir beragam komentar. Sebagian besar warganet menganggap apa yang dialami sang suami adalah akibat dari perbuatannya sendiri. Namun, tidak sedikit pula yang menilai tindakan sang istri terlalu berani karena menyangkut kebutuhan penting seperti asuransi kesehatan.

ADVERTISEMENT

Melansir The Mary Sue, di balik kisah yang viral tersebut, banyak orang juga kembali membahas istilah micro-cheating atau perselingkuhan dalam bentuk yang tidak terlalu terlihat.

Jika dulu perselingkuhan identik dengan hubungan fisik, kini bentuknya bisa jauh lebih halus. Misalnya masih aktif di aplikasi kencan meski sudah memiliki pasangan, sering bertukar pesan secara diam-diam dengan orang lain, menyembunyikan percakapan, atau menjalin hubungan yang terlalu akrab dengan seseorang di luar hubungan asmara.

Tindakan seperti itu mungkin dianggap sepele oleh pelakunya. Namun bagi pasangan, hal tersebut bisa terasa seperti bentuk pengkhianatan karena kepercayaan mulai terkikis sedikit demi sedikit.

Perkembangan media sosial membuat situasi seperti ini semakin mudah terjadi. Beragam platform digital membuka kesempatan bagi seseorang untuk berinteraksi dengan banyak orang tanpa batas. Jika tidak disertai komitmen yang kuat, hubungan dengan orang lain bisa berkembang melewati batas yang seharusnya dijaga.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan dapat memengaruhi kualitas hubungan. Orang yang terlalu sering menghabiskan waktu di dunia maya cenderung lebih mudah terlibat dalam perilaku yang mengarah pada perselingkuhan, seperti menggoda orang lain secara online, tetap menjalin komunikasi dengan mantan, atau membangun kedekatan emosional dengan orang baru.

Meski begitu, para ahli menilai micro-cheating tidak selalu dilakukan dengan sengaja. Terkadang hal itu berawal dari kebiasaan kecil yang dianggap tidak berbahaya, tetapi terus berulang hingga akhirnya menimbulkan masalah dalam hubungan.

Karena itu, komunikasi menjadi hal yang sangat penting. Pasangan sebaiknya membicarakan sejak awal mengenai batasan yang dianggap wajar saat menggunakan media sosial. Dengan memiliki pemahaman yang sama, risiko kesalahpahaman maupun konflik bisa dikurangi.

(vio/vio)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads