Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Ngeri! Kisah Wanita yang Implan Payudaranya Bocor dan Bernanah

Kiki Oktaviani - wolipop
Kamis, 15 Jan 2026 08:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Ilustrasi wanita sakit tenggorokan
Ilustrasi Foto: Getty Images/iStockphoto/bymuratdeniz
Jakarta -

Seorang wanita Inggris nyaris kehilangan nyawa setelah menjalani operasi payudara senilai lebih dari US$20.000 atau sekitar Rp330 juta. Impiannya mendapatkan tubuh impian berujung pada infeksi serius.

Wanita bernama Lisa Hart (45) mengaku payudara kanannya mulai mengeluarkan cairan berwarna hijau hanya seminggu setelah operasi. Kondisinya semakin memburuk, disertai demam dan rasa sakit hebat, hingga akhirnya dokter menyatakan ia mengalami sepsis, infeksi berat yang mengancam nyawa.

Lisa, ibu lima anak asal Ayrshire, Skotlandia, mengaku merasa tidak percaya diri dengan tubuhnya setelah melahirkan. Ia memiliki ukuran payudara 36E dan merasa semua orang terus memperhatikannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lisa memutuskan menjalani operasi pengecilan dan rekonstruksi payudara di sebuah klinik di Glasgow pada Mei 2025. Total biaya yang ia keluarkannya pun tidak murah, mencapai Rp 300 jutaan.

Masalah mulai muncul seminggu kemudian. Saat membuka perban sendiri, Lisa terkejut melihat cairan hijau kekuningan yang merembes dari payudara kanannya. Diduga implannya bocor.

ADVERTISEMENT
Ilustrasi implan payudara (AP Photo)Ilustrasi implan payudara (AP Photo) Foto: Ilustrasi implan payudara (AP Photo)

"Saya membuka perban sendiri ketika pertama kali melihat cairan hijau kekuningan itu. Beberapa hari kemudian, kulit payudara mulai robek dan muncul lubang di bawah puting. Rasanya seperti neraka," kata Lisa.
Lisa mengaku berulang kali menghubungi klinik tempat ia menjalani operasi selama lebih dari sebulan, namun merasa keluhannya tidak ditanggapi dengan serius. Sementara itu, lubangnya semakin besar dan bernanah.

Dalam kondisi putus asa, Lisa akhirnya mendatangi rumah sakit lain setelah lima minggu setelah operasi. Dokter langsung mengambil sampel dari payudaranya dan menyatakan Lisa mengalami sepsis.

Tak ada pilihan lain selain mengangkat implan payudara kanannya demi menyelamatkan nyawanya. Lisa harus dirawat di rumah sakit selama 10 hari.

Kini, Lisa harus hidup dengan ukuran payudara yang tidak sama, payudara kiri berukuran C-cup, sementara yang kanan hanya B-cup. Kondisi ini berdampak besar pada kesehatan mentalnya.

Ia mengaku jarang keluar rumah, hanya untuk keperluan medis atau belanja penting. Stres berat yang dialaminya bahkan membuat ia harus menjalani perawatan untuk angina.

"Setiap hari saya harus memastikan memakai pakaian longgar agar perbedaan ini tidak terlihat. Saya bahkan takut bercermin," katanya.
Yang lebih menyulitkan, Lisa mengklaim tidak ada klinik lain yang bersedia menangani kasusnya karena kompleksitas prosedur. Satu-satunya pilihan yang tersisa adalah kembali ke klinik yang sama tempat semua ini bermula.

Lisa kini ingin pengalamannya menjadi peringatan bagi perempuan lain agar lebih berhati-hati sebelum menjalani operasi kecantikan, sekaipun di klinik terpercaya.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads