Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Kartini di Cartini

Ingin Wajah Tampak Cerah? Ini Cara Menentukan Personal Color Sesuai Undertone

Gresnia Arela Febriani - wolipop
Jumat, 01 Mei 2026 16:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Rifdah Jihan Azizah, seorang Personal Color Analyst.
Suasana saat mencoba personal color dalam acara Wadah Colourverse. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.
Jakarta -

Pernahkah kamu merasa wajah tampak kusam atau "abu-abu" meskipun sudah dandan maksimal? Masalahnya mungkin bukan pada teknik makeupmu, melainkan pemilihan warna yang kurang tepat.

Dalam rangka Hari Kartini, Wolipop menghadirkan program "Kartini di Cartini", sebuah ruang berbincang seru di dalam mobil bersama sosok-sosok inspiratif. Kali ini, Wolipop berkesempatan mengulik dunia warna bersama Rifdah Jihan Azizah, seorang Personal Color Analyst, yang siap membongkar rahasia agar aura dan kecantikan alamimu terpancar sempurna.

Dalam perbincangan hangat tersebut, Rifdah menekankan bahwa memahami personal color bukan sekadar mengikuti tren, melainkan kunci untuk meningkatkan kepercayaan diri melalui harmoni warna.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

[Gambas:Instagram]

ADVERTISEMENT

"Jadi personal color itu penting untuk membuat kita menjadi lebih percaya diri. Ini tentang memancarkan apa yang alami dari diri, sehingga semakin keluar aura dan inner beauty kita," ungkap Rifdah.

Banyak orang seringkali bingung membedakan antara skin tone dan undertone, yang berujung pada kesalahan memilih shade foundation atau lipstik.

Rifdah menjelaskan bahwa langkah awal yang paling krusial adalah mengenali undertone melalui warna urat nadi. Jika urat nadi cenderung hijau, maka kamu termasuk kategori warm tone, sementara warna biru atau ungu menandakan cool tone.

Untuk urusan riasan wajah, perbedaan undertone ini sangat menentukan hasil akhir. Pemilik warm tone disarankan memilih warna-warna hangat seperti oranye, terracotta, atau pink dengan hint oranye agar wajah terlihat lebih segar.

Sebaliknya, pemilik cool tone akan lebih cocok dengan warna pink yang bernuansa dingin (cool pink).

Menariknya, Rifdah juga mematahkan mitos bahwa kita harus terpaku secara kaku pada satu warna saja. Menurutnya, spektrum warna itu luas dan fleksibel asalkan kita paham saturasinya.

"Dari personal color ini, kita sebenarnya tidak membatasi banget. Misalkan warm itu tidak boleh pakai pink, tetap boleh, tapi pinknya itu sebenarnya ada saturasinya lagi. Jadi untuk warm masih boleh pakai pink, dan si cool juga masih boleh pakai warna kuning," jelasnya lebih lanjut.

Bagi kamu yang ingin benar-benar tahu warna apa yang paling berjodoh dengan kulitmu, melakukan sesi personal color analysis secara langsung selama 30-40 menit bisa menjadi investasi kecantikan yang sepadan. Tidak ada lagi drama salah beli lipstik atau foundation yang bikin wajah terlihat kusam.

(gaf/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads