Kylie Jenner Kembali Dituntut ART, Dituduh Membiarkan Bullying & Tak Menggaji
Kylie Jenner kembali dituntut oleh mantan asisten rumah tangganya. Bintang acara realiti sekaligus pebisnis kosmetik itu kembali dituduh membuat pekerja tidak nyaman dengan membiarkan perundungan. Adapun dugaan ia tidak memberikan mereka penghasilan.
Kylie Jenner digugat oleh pembantu rumah tangga kedua yang mengklaim ia diperlakukan tidak adil oleh staf pendiri dari pacar dari aktor Timothee Chalamet itu. Adalah Juana Delgado Soto mengajukan gugatan terhadap Kylie di Pengadilan Tinggi Wilayah Los Angeles pada Rabu lalu.
Dalam dokumen yang diterima Page Six disebutkan pula bahwa ART ini pernah memohon bantuan kepada adik Kim Kardashian tersebut saat menerima pelecehan dari pekerja lainnya lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kronologi Kasus ART Kylie Jenner
Juana Delgado Soto yang mulai bekerja dengan Kylie Jenner sejak Mei 2019 mengatakan bahwa ia tidak diberi waktu istirahat makan dan istirahat lainnya selama beberapa tahun pertama bekerja. Ia mengaku semakin diperlakukan tidak baik setelah Itzel Sibrian, orang yang juga ia gugat, menjadi atasannya langsungnya pada akhir 2023.
Dilaporkan bahwa Itzel Sibrian mengejek aksen Juana dan status imigrasinya yang dianggap tidak jelas juga disebut bodoh. Juana sendiri telah mengajukan pengaduan kepada pihak HRD yang akhirnya membuat Itzel untuk sempat dicopot sementara dari jabatannya.
Namun ketika Itzel dipekerjakan kembali, ia disebut melakukan balas dendam terhadap Juana dengan mengurangi upah per jamnya dari $41,66 (Rp 722 ribuan) menjadi $35 (Rp 606 ribu), memberikan beban kerja yang tidak masuk akal, dan mengubah jadwal.
Juana lalu mengklaim bahwa ketika mencoba meninggalkan pekerjaan pada hari ulang tahun, Itzel mengancam akan memecatnya dan diduga mengatakan kepadanya, "Tidak ada yang peduli dengan ulang tahunmu, Kylie sedang mengadakan makan malam." Soto akhirnya lembur dan melewatkan pesta kejutan ulang tahunnya sendiri.
Tidak sampai di situ, perlakuan tidak adil juga ia terima dari pengawas kebersihan Patsy dan Elsy, yang namanya disebutkan dalam gugatan asisten rumah tangga lain terhadap Kylie. Juana mengklaim pada Maret 2025, keduanya menolak permohonan cuti untuk berduka atas kematian mendadak saudara laki-lakinya.
Menurut Juana, Patsy dan Elsy juga diduga mengatakan bahwa ia berbohong tentang kematian saudaranya dan terus memaksanya untuk memungut sampah yang sengaja mereka buang di lantai. Ketika Juana menangis dan ingin minum air, mereka mengatakan tidak diizinkan untuk minum air Kylie.
ART Meminta Tolong Pada Kylie
Juana mengklaim pada April 2025 ia sudah menulis surat panjang kepada majikan yang merinci pelecehan, diskriminasi, dan tindakan balas dendam yang dialaminya, dan meletakkannya di tempat tidur pijat Kylie.
Keesokan harinya, Juana malah diancam akan dipecat dan diberitahu untuk tidak pernah menghubungi Kylie lagi dan bahwa Kylie tidak peduli padanya. Dan setelah itu para staf lain semakin jahat kepadanya, termasuk dengan membatasi aksesnya ke kamar mandi, memaksanya membersihkan kandang anjing, dan melarangnya minum air.
Juana juga diduga diberi tahu untuk tidak melihat atau tersenyum pada Kylie atau dia harus menghilang. Ia kemudian mengundurkan diri pada Agustus 2025 dan mengirim pesan pada atasannya.
"Maaf, aku tidak tahan lagi, setiap hari kalian memperlakukanku dengan buruk, dan aku sampai menggigit semua kuku, aku tidak bisa tidur di malam hari, dan aku selalu cemas karena cara kalian memperlakukanku. Apa pun yang aku lakukan, tidak ada yang membantuku,"
Tuntutan PRT Kylie
Juana Delgado Soto menuntut sejumlah ganti rugi dan kompensasi yang tidak ditentukan dalam gugatannya terhadap Kylie Jenner, Kylie Jenner Inc., Itzel Sibrian, Tri Star Services, dan La Maison Family Services. Ia mencantumkan 20 keluhan termasuk diskriminasi ras, pelecehan ras, pembalasan terhadap pelapor, penderitaan emosional yang disengaja, dll.
Kylie Jenner 2 Kali Dituntut Pembantu
Bulan lalu, Angelica Vasquez mengajukan gugatan serupa terhadap Kylie dan mengklaim ia mengalami diskriminasi berdasarkan agama dan asal kebangsaan saat bekerja sebagai pembantu rumah tangga bintang tersebut.
Angelica, yang bekerja di bawah Patsy dan Elsy, mengaku kedua orang itu berulang kali membuat komentar diskriminatif dan merendahkan, termasuk mengejek aksennya. Setelah mengalami stres, ia juga mengundurkan diri pada Agustus 2025 dan kini menuntut ganti rugi atas upah yang belum dibayar juga ganti rugi atas tekanan emosional.
(ami/ami)












































