Dampak Tarif Trump Terhadap Industri Kecantikan, Harga Kosmetik Bisa Melonjak
Kebijakan tarif baru yang diusulkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengejutkan banyak pihak dan memberikan dampak besar terhadap perdagangan global, termasuk industri kecantikan. Produk skincare, makeup, hingga perlengkapan mandi kini terancam mengalami kenaikan harga akibat tarif impor yang lebih tinggi.
Trump memberlakukan tarif impor sebesar 20% untuk barang-barang dari Uni Eropa yang masuk ke AS. Kebijakan ini kemungkinan akan mendorong brand-brand fashion dan kecantikan menaikkan harga produk andalan mereka di pasar, terutama untuk segmen luxury. Misalnya, moisturizer asal Eropa yang sebelumnya dijual seharga US$60 bisa naik menjadi US$72 setelah tarif dikenakan.
Namun, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh produk impor. Bahkan produk yang dirakit di AS pun tak sepenuhnya aman. Banyak bahan baku, kemasan, dan komponen penting lainnya masih harus didatangkan dari luar negeri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meski produknya dirakit di AS, tarif atas bahan atau komponen impor tetap bisa membuat harga jual naik," jelas Betsey Stevenson, PhD, pakar ekonomi dari University of Michigan, seperti dikutip dari Allure.
Fenty Beauty Foto: Dok. Fenty Beauty |
Walaupun dampak paling nyata akan terjadi di pasar domestik AS, efeknya bisa merambat ke negara lain, termasuk Indonesia. Konsumen yang gemar menggunakan produk dari brand asal AS atau Eropa seperti Fenty Beauty, Dior, Estée Lauder, atau Glossier, kemungkinan besar juga akan merasakan dampaknya. Jika harga naik secara global, distributor lokal pun bisa ikut menaikkan harga jual.
Salah satu elemen yang paling terdampak adalah kemasan kosmetik. Perry Romanowski, ahli kimia kosmetik independen, menjelaskan bahwa sebagian besar kemasan kosmetik diproduksi secara massal di Tiongkok dengan biaya rendah. Jika tarif juga dikenakan pada kemasan buatan Tiongkok, hampir seluruh produk, mulai dari makeup, skincare, hingga haircare berisiko mengalami kenaikan harga.
Foundation Estee Lauder Foto: Dok. Estee Lauder |
Industri kecantikan selama ini dikenal tangguh terhadap resesi, bahkan ada istilah 'Lipstick Index' yang menggambarkan bagaimana penjualan lipstik justru meningkat di masa krisis ekonomi. Namun, kali ini dunia tengah menghadapi tekanan inflasi yang tinggi, sehingga kekuatan penjualan lipstik bisa berdampak.
Sementara itu, produk kecantikan asal Korea Selatan atau yang dikenal dengan istilah K-Beauty diprediksi masih akan tetap bersinar di pasar global. Charlotte Cho, pendiri Soko Glam dan Then I Met You, tetap optimis terhadap daya tarik produk K-Beauty.
"Meski harga naik 10-20 persen, K-Beauty masih menawarkan kualitas tinggi dengan harga yang relatif terjangkau," ujar Cho.
(kik/kik)
Fashion
Ingin Tampil Feminin dan Lebih Stylish dengan Bawahan Rok? Cek Koleksi Menariknya di Sini!
Fashion
Pilihan Aksesori Simpel yang Bikin Gaya Kamu Terlihat Lebih Keren
Fashion
Cari Dompet Kulit Awet Biar Bisa Dipakai Lama? Produk dari ROUNN Ini Bisa Jadi Jawabannya
Health & Beauty
Dua Serum PDRN Favorit Banyak Orang, Fokus Regenerasi dan Hidrasi Kulit!
Fan Bingbing Ungkap Rahasia Awet Muda di Usia 44 Tahun, Pakai 700 Masker
Mengenal Resting Rich Face, Tren Makeup Natural yang Lagi Viral
Niat Cantik Berujung Maut, Ibu 2 Anak Meninggal Usai Oplas Bokong & Perut
Era Glitchy Glam 2026, Saat Kecantikan Tidak Sempurna Justru Jadi Tren
Mengenal Lactic Acid, Bahan Skincare AHA yang Aman dan Lebih Ramah Kulit
Ditangkap Bersama, Kisah Pacaran 20 Tahun Presiden Venezuela & Istri Disorot
8 Foto Bridesmaid Proposal Ranty Maria, Cantik Pancarkan Aura Calon Manten
TikTok Viral Verificator
Viral Pengantin di Bekasi Nikah Hanya di KUA Tanpa Resepsi, Bikin Iri Netizen
Benarkah Beras Porang Bagus untuk Diet? Ini Fakta dan Manfaatnya














































