Wolicheck: Sabun Antiseptik Ampuh Sembuhkan Jerawat, Benarkah Efektif?
Sabun antiseptik untuk mengobati jerawat sempat ramai di TikTok semenjak dipopulerkan banyak kreator konten. Mereka mengklaim membersihkan wajah dengan sabun atau cairan antiseptik bisa menghilangkan jerawat.
Salah satu bintang TikTok dengan akun @danajillflaherty mengunggah video tentang rutinitas kecantikannya sehari-hari, termasuk memakai sabun antiseptik untuk mengontrol jerawat hormonal yang kerap muncul di usia dewasa. Video nya viral dan telah dilihat lebih dari 2,4 juta kali.
"Satu-satunya rutinitas (kecantikan) yang bisa mengontrol jerawat hormonal saya di usia hampir 37 tahun," tulisnya sambil memperlihatkan sabun cuci tangan antiseptik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kontennya mendapat sambutan positif dari para followers. Banyak ingin ikut mencoba tips kecantikan yang dibagikan sang influencer.
Sabun antiseptik memang bisa memberikan efek positif dalam mengurangi risiko infeksi dan mengontrol bakteri yang bisa memperburuk jerawat. Namun, sabun antiseptik bukanlah obat utama untuk jerawat.
Menurut dokter kulit, sabun antiseptik bukan pembersih ideal untuk kulit berjerawat. Prinsipnya, semua sabun sudah memiliki kandungan antiseptik, jadi tidak perlu menggunakan sabun berlabel antiseptik dalam perawatan jerawat.
"Sabun yang menggunakan ekstra antiseptik malah merugikan kulit kita sendiri, karena semakin tinggi kadar antiseptik akan semakin merusak barrier (lapisan pelindung kulit)," jelas dokter spesialis kulit dr. Irwan Batubara, M.Sc, Sp.DVE saat peluncuran kampanye #BeautyThroughGeneration oleh Ristra Clinic di Hotel Veranda, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (5/11/2024).
Efeknya, kulit akan semakin kering, gatal dan mudah terititasi. Bahkan bukan tidak mungkin jerawat justru bertambah parah.
Dokter yang praktek di Ristra Clinic, Radio Dalam, Jakarta Selatan ini menerangkan bahwa penyebab utama jerawat bukanlah infeksi, melainkan akumulasi dari peradangan, produksi minyak berlebih dan pori-pori tersumbat. Oleh sebab itu semuanya harus diatasi dan tidak bisa hanya dengan memakai antiseptik.
"Kalau dari dokter kulit tidak menyarankan pakai sabun antiseptik, cukup sabun yang lembut ditambah dengan perawatan, bisa pakai produk OTC yang beli sendiri atau pada jerawat yang derajatnya sedang sampai berat sudah harus ditangani dokter," kata dokter lulusan Universitas Indonesia ini.
Kesimpulannya, sabun antiseptik memang dapat membantu mencegah infeksi dan mengurangi bakteri pada kulit, tetapi tidak cukup efektif untuk mengobati jerawat secara menyeluruh. Pengobatan jerawat membutuhkan perawatan lebih khusus dan sesuai dengan jenis jerawat yang dialami.
(hst/hst)
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singkat
Tren Rambut 2026: Baby Bob, Model Bob Pendek yang Cocok untuk Rambut Keriting
Cara Menghilangkan Jerawat: Lakukan 3 Resolusi Kecantikan Ini di 2026
Brand K-Beauty Rilis Cleansing Pad, Cara Praktis Membersihkan Wajah
Blush On Tak Bisa Asal Pakai, Ini Cara Aplikasinya Sesuai Bentuk Wajah
Tren K-Beauty 2026: Dari Bahan Medis hingga Makeup Berbasis Skincare
7 Foto Mesra Salshabilla Adriani dan Ibrahim Risyad yang Sedang Jadi Sorotan
Bahaya Mencabut Bulu Hidung yang Jarang Disadari, Bisa Picu Infeksi Pernapasan
Viral! Pasutri Rela Terjang Hutan dan Ancaman Harimau demi Sekolah Terpencil
Sosok Callum Turner, Tunangan Dua Lipa yang Diisukan Jadi James Bond











































