Polusi Udara Jakarta Memburuk, Waspada Ada Sunscreen SPF Palsu
Polusi udara Jakarta tak hanya berdampak buruk pada kesehatan, namun juga mempengaruhi kondisi kulit. Para ilmuwan mengungkap bahwa udara beracun mempengaruhi proses penuaan kulit.
Sebuah penelitian yang dilakukan pada 2016 dengan data dari Jerman dan China mengungkap bahwa ada hubungannya peningkatan polusi udara dengan munculnya bintik-bintik coklat pada kulit. Selain itu, polusi juga bisa memicu kerusakan kolagen, barrier kulit yang terganggu dan penuaan dini.
Ozon, gas beracun terbentuk ketika sinar UV terpapar mono-nitrogen oksida (knalpot) diduga oleh beberapa orang sebagai salah satu penyebab utama kerusakan kulit akibat polusi. Seperti dikutip dari NY Times, Dr. Giuseppe Valacchi, profesor fisiologi di Departemen Ilmu Kehidupan dan Bioteknologi di Universitas Ferrara di Italia mengatakan bahwa seolah-olah ozon dirancang khusus untuk melukai kulit kita.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemakaian sunscreen bisa digunakan sebagai perawatan kulit untuk menangkal sifat merusak dari partikel udara beracun. Udara beracun mengandung partikel sangat kecil itu disebut PM2.5 yang dapat dengan mudah menembus jaringan sel. Jika diserap oleh paru-paru, mereka dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. mulai dari infeksi pernapasan hingga penyakit jantung dan kanker paru-paru, tetapi ternyata, mereka juga dapat merusak vitalitas kulit.
Partikel PM2.5 menyusup ke pori-pori dan menyebabkan partikel tidak stabil yang dikenal sebagai radikal bebas memantul secara tidak menentu ke dinding sel. Proses ini mempercepat proses penuaan alami tubuh, yang menyebabkan timbulnya kerutan dan hiperpigmentasi dini, tetapi sunscreen dengan kandungan SPF dan antioksidan dapat membantu dengan melawan radikal bebas selain sinar UVA dan UVB.
Ilustrasi sunscreen Foto: dok. iStock |
Tabir surya spektrum luas (SPF dan PA++) dan dengan kekuatan antioksidan adalah pilihan yang tepat bagi kulit Anda untuk melindunginya dari sinar matahari dan efek polutan.
Sayangnya, belakangan ada isu tentang sunscreen SPF palsu. Kreator konten di TikTok dengan akun cicikoko_review atau Ericiko menguji sunscreen lokal di laboratorium untuk mengetahui kadar SPF yang sebenarnya. Hasilnya. ada sejumlah sunscreen dengan SPF palsu atau tidak sesuai dengan keterangan di kemasannya yang menuliskan SPF 50.
Dari uji lab tersebut terlihat ada sunscreen lokal dengan klaim SPF 50 ternyata ada yang hasilnya hanya SPF 6, dan bahkan 2.
"Ada yang klaim 50 tapi hasilnya enam. Ini sebenarnya udah jauh banget ya dari klaim mereka yang 50. Namun ada yang lebih parah lagi, ini ada yang klaimnya 50 tapi hasilnya cuma dua," ucap koko di video TikToknya.
Agar terhindari dari sunscreen SPF palsu Dr. Sonia Batra MD menyarankan untuk menggunakan intuisi dalam memilih sunscreen. Karena bisa saja sebuah merek yang sudah ternama bisa memalsukan level SPF pada sunscreen.
"Perhatikan harga, pengemasan dan kualitas produk. Jika harganya terlalu murah, jika kemasannya berubah warna atau kode batangnya hilang, atau jika konsistensi atau tekstur produk tampak berbeda dari aslinya, kemungkinan besar produk itu palsu," ungkap Dr. Sonia, seperti dikutip dari Eminence Organics.
(kik/kik)
Perawatan dan Kecantikan
Rahasia Rambut Halus & Sehat, Duel Hair Mask Favorit dari Jepang Tsubaki vs Fino!
Elektronik & Gadget
SKMEI B58 Smartwatch, Jam Keren Serba Bisa dengan Layar AMOLED Super Jernih!
Kesehatan
3 Pilihan Madu Murni Terbaik, Sehat Alami, Manisnya Bikin Nagih!
Perawatan dan Kecantikan
Ketiak Bau & Basah Seharian? Ini Solusi Deodorant Tahan hingga 72 Jam
Fenty Beauty Kolaborasi dengan WhatsApp, Bisa Konsul Kecantikan via Chat
Viral Tren Makeup Blush Putih yang Bikin Wajah Glowing, Begini Cara Pakainya
Gaya Rambut 'Ayam Jantan' Putri Kim Jong Un Dilarang untuk Ditiru
Rekomendasi Parfum Sesuai Zodiak, Wanginya Tahan Lama dari Mewah hingga Unik
Skincare Routine Alyssa Daguise Saat Hamil 8 Bulan, Baby Bump Ikut Glowing
Beda Banget! Transformasi Shindy Samuel Usai Turun BB 104 Kg, Banjir Pujian
Foto Prewedding Syifa Hadju-El Rumi, Tampil Tradisional Dengan Adat Gorontalo
Most Pop: Momen Terakhir Noelia Castillo, Korban Pemerkosaan Pilih Eutanasia
Sinopsis Veil of Shadows, Drama China Terbaru Netflix dengan Cerita Misterius












































