Hati-hati! Jangan Asal Beli Skincare Beretiket Biru di Pasaran
Belakangan ini banyak beredar skincare beretiket biru di pasaran. Sayangnya tidak banyak yang tahu makna dari etiket biru yang tercantum di dalam kemasan skincare tersebut.
Tingginya permintaan akan skincare membuat produsen berlomba-lomba memaksimalkan peluang untuk mendapat keuntungan. Konsumen pun merasa senang dengan banyaknya pilihan skincare yang dijual di pasaran.
Meski begitu, konsumen harus lebih cerdas dan teliti dalam membeli skin care yang terjual bebas di pasaran. Salah satunya yang wajib diperhatikan adalah skincare dengan etiket biru yang dijual bebas di pasaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Etiket adalah penanda obat yang diberikan pelayanan kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas, klinik atau juga praktek dokter. Di media sosial, sejumlah dokter banyak yang memberikan perhatian untuk banyaknya skin care yang beredar bebas dengan etiket bir.
"Etiket biru juga berarti bahwa obat ini adalah obat resmi yang berarti harus memenuhi sejumlah syarat. Obat racikan ini hanya boleh diresepkan dokter, obat harus diracik oleh apoteker berdasarkan resep dari dokter dan dikeluarkan oleh apotek resmi yang bersertifikat," kata selebgram yang juga seorang dokter, Kevin Samuel Marpaung dalam keterangan tertulis, Jumat (20/1/2023).
Dia mengatakan ada beberapa hal yang harus diperhatikan konsumen dalam memilih skincare yang dijual bebas di pasaran.
"Perhatikan mereknya, jangan asal pilih yang nggak jelas. Kemudian perhatikan pula komposisinya juga siapa produsennya. Yang pasti penting juga no BPOM yang bisa kita cek di website BPOM untuk memastikan obat aman tidak untuk digunakan," lanjutnya.
Pendapat senada juga diungkapkan oleh dokter Nicho Saputra Nugraha yang tak lain adalah Host of Dokter Traveler Trans TV.
"Harus diketahui bahwa obat beretiket biru tidak boleh dijual secara bebas," ujar Nicho.
Dia juga memberikan tips pada konsumen saat memilih skin care. Menurutnya yang harus diperhatikan adalah produsennya. Kemudian cek no BPOM yang bisa dicek langsung di website resminya untuk memastikan aman tidaknya untuk digunakan.
"Hati-hati juga embel-embel krim racikan dokter dan beretiket biru. Karena ini bisa jadi salah satu upaya memasukkan bahan berbahaya seperti hydroquinone," tegasnya.
Selain itu, lanjutnya, bahwa obat etiket biru adalah obat yang tidak boleh dijual bebas.
"Jangan lupa lihat pula masa kadaluarsa obat yang ada," ucap dia.
Sementara itu, dokter Yessi Catania yang lebih dikenal dengan Dokter Zie dalam akun Instagramnya melontarkan edukasi untuk konsumen.
"Ingat, jangan paksakan merubah skin tone warna kulit asli dengan skin care. Karena yang bisa adalah lebih mencerahkan, bukan memutihkan," jelas dr. Zie.
(prf/prf)
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singkat
Tren Rambut 2026: Baby Bob, Model Bob Pendek yang Cocok untuk Rambut Keriting
Cara Menghilangkan Jerawat: Lakukan 3 Resolusi Kecantikan Ini di 2026
Brand K-Beauty Rilis Cleansing Pad, Cara Praktis Membersihkan Wajah
Blush On Tak Bisa Asal Pakai, Ini Cara Aplikasinya Sesuai Bentuk Wajah
Tren K-Beauty 2026: Dari Bahan Medis hingga Makeup Berbasis Skincare
Katy Perry Pamer Liburan Tahun Baru Bareng Justin Trudeau, Beri Kecupan Manis
Zhao Lusi Kembali Akting Setelah Hiatus karena Depresi, Ungkap Rencana di 2026
7 Foto Mesra Salshabilla Adriani dan Ibrahim Risyad yang Sedang Jadi Sorotan
Bahaya Mencabut Bulu Hidung yang Jarang Disadari, Bisa Picu Infeksi Pernapasan











































