Mau Seksi dengan Besarkan Bokong, Wanita Ini Malah Berakhir Meninggal

Vina Oktiani - wolipop Selasa, 04 Mei 2021 14:30 WIB
ilustrasi operasi Ilustrasi Operasi / Foto: thinkstock
Jakarta -

Memiliki bentuk tubuh yang indah adalah impian banyak orang. Tak sedikit yang memilih untuk menempuh jalan pintas dengan melakukan operasi untuk mendapatkan bentuk tubuh ideal yang diinginkannya itu. Namun sebelum memilih prosedur operasi ada baiknya untuk mengecek terlebih dahulu rumah sakit atau klinik kecantikan yang dipilih.

Seperti dikutip dari Mirror, seorang wanita yang berasal dari Inggris dikabarkan meninggal di rumah sakit usai menjalani operasi pembesaran bokong. Ternyata wanita tersebut melakukan operasi bokong di sebuah klinik abal-abal di Brasil.

Saat itu wanita yang bernama Ronilza Johnson memang sedang bertolak ke Brasil untuk mengunjungi ayahnya. Dia lalu memutuskan untuk menjalani operasi pembesaran bokong atas rekomendasi dari beberapa temannya di negara tersebut. Namun sayang, bukannya mendapatkan bentuk bokong idaman, Ronilza justru harus meregang nyawa.

[Gambas:Youtube]



Setelah operasi pembesaran bokong itu Ronilza harus dirawat di rumah sakit karena menderiita komplikasi. Lucas Santana, orang yang melakukan operasi pembesaran bokong Ronilza itu awalnya mengatakan bahwa dirinya adalah seorang dokter dan akan melakukan operasi dengan bantuan seorang mahasiswa kedokteran.

Untuk melakukan operasi pembesaran bokong dan bioplasti hidung Ronilza membayar sekitar Rp 23 juta. Menurut keterangan polisi, semua operasi tersebut dilakukan secara ilegal.

Santana menyuntikkan bokong Ronilza dengan polimetil metakrilat atau PMMA. Walaupun sebenarnya penggunaan zat tersebut tidak dilarang namun Brazilian Society of Dermatology tidak merekomendasikan penggunaannya untuk prosedur operasi pembesaran bokong.

Senyawa kimia tersebut yang kemudian dikabarkan menyebabkan infeksi serius pada tubuh Ronilza. Setelah Ronilza sakit dan dibawa ke rumah sakit, seminggu kemudian dirinya pun melaporkan tersangka ke pihak kepolisian.

Pihak kepolisian kemudian menetapkan tersangka lain yang bernama Thierry Cardoso, seorang mahasiswa kedokteran di Bolivia. Klinik dan rumah tersangka lalu digeledah oleh polisi. Dari rumah Cardoso, polisi menyita obat-obatan yang tak terhitung jumlahnya, beberapa resep dari luar negeri, serta resep kosong.

Saat ini polisi masih terus menyelidiki kasus tersebut. Polisi mengatakan bahwa Lucas Santana bertanggung jawab atas cedera tubuh, praktik pengobatan yang tidak sah, dan penafsiran yang keliru.

(vio/vio)