Liputan Khusus Klinik Kecantikan Abal-abal

Wanita Ini Jadi Korban Klinik Kecantikan Abal-abal, Jerawat Semakin Parah

Gresnia Arela Febriani - wolipop Minggu, 21 Mar 2021 18:00 WIB
Kisah Saruni yang menjalani perawatan di klinik kecantikan abal-abal. Kisah wanita yang menjalani perawatan kecantikan di klinik abal-abal. Foto: Dok. pribadi Saruni.
Sengkang -

Mempunyai kulit wajah yang sehat dan mulus, tentu menjadi dambaan setiap orang. Namun salah satu masalah kulit yang kerap terjadi adalah jerawat. Mulai dari anak muda yang sedang mengalami masa pubertas, maupun orang dewasa yang kurang menjaga kebersihan kulit wajah, bisa mengalami jerawat.

Banyak hal yang dapat menyebabkan jerawat membandel sehingga tidak dapat terkendali. Maka tak heran seseorang akan menempuh segala cara untuk menghilangkan jerawat. Termasuk ketika kamu tergiur dengan iming-iming dan klaim bahwa jerawat kamu akan tuntas seketika dengan harga yang murah.

Seperti wanita pejuang jerawat yang berasal dari Sengkang, Sulawesi Selatan ini. Alih-alih jerawatnya mereda malah semakin parah ketika mencoba perawatan dari klinik abal-abal.

Kisah Saruni yang menjalani perawatan di klinik kecantikan abal-abal.Kisah Saruni yang menjalani perawatan di klinik kecantikan abal-abal. Foto: Dok. pribadi Saruni.

Ialah Saruni atau biasa dipanggil Nuni, ia berjuang melawan jerawat selama bertahun-tahun. Nuni menjelaskan jika awalnya muncul jerawat membandel karena saat bekerja sering memakai make up sambil kuliah.

"Berawal dari jerawat karena make up itu saya selalu coba-coba krim yang katanya cocok buat jerawat. Sampai saya coba suplemen harga jutaan rupiah tetap hasilnya nggak ada, yang ada malah tambah jerawat. Sekitar 2014 saya tahu ada klinik kecantikan baru buka di kota saya (Sekang). Awalnya sih konsultasi saja terus dikasih paket acne. Kemudian diminta kontrol beberapa pekan depan," kata Nuni saat dihubungi Wolipop, Jumat (19/3/2021).

Tiba saatnya kontrol ke klinik kecantikan abal-abal tersebut, Nuni melakukan perawatan peeling acne pada Mei 2015. Saat melakukan perawatan, dia merasakan pedih di kulitnya.

"Pas treatment itu saya ingat banget diolesi krim yang pedih banget rasanya, sampai panas semuka dan dikipasin sama pegawainya. Terus jerawat saya yang meradang dicungkil pakai alat yang untuk cungkil komedo itu sampai harus nahan sakitnya. Ada juga pasien di samping saya itu sampai nangis," kenang Nuni.

Kisah Saruni yang menjalani perawatan di klinik kecantikan abal-abal.Kisah Saruni yang menjalani perawatan di klinik kecantikan abal-abal. Foto: Dok. pribadi Saruni.

Beberapa hari usai perawatan, wajah Nuni memerah seperti terbakar. Nuni mulai panik sebab beberapa bulan lagi ia hendak diwisuda. Nuni pun mencoba segala cara agar jerawatnya bisa mereda.

"Saya stop minum suplemen dan krimnya, terus saya taruh dan nggak saya buang. Beberapa bulan kemudian krimnya itu berubah jadi warna hitam dan bau menyengat. Bersyukur beberapa pekan sebelum wisuda ketemu produk yang alami banget. Alhamdulillah bisa menyelamatkan kulit wajah saya meskipun tetap bopeng hasil cungkil-cungkil itu," ujarnya pasrah.

Di akhir wawancara, Nuni menyampaikan pesan buat kamu pejuang jerawat. Menurutnya jangan langsung percaya janji manis klinik kecantikan.

"Jangan percaya sama krim yang menjanjikan 3 hari sampai seminggu udah bisa kinclong. Kalau mau pilih klinik kecantikan harus periksa juga dengan benar dokternya. Nggak apa-apa nggak putih asal sehat," tutup Nuni.

(gaf/eny)