Gara-gara Tagihan Manikur Rp 490 Ribuan, Wanita Ini Tega Bunuh Manajer Salon

Hestianingsih - wolipop Sabtu, 06 Feb 2021 21:00 WIB
Closeup of nicely manicured female fingernails. One hand is placed on top of other, both on a white towel. Very nice french manicure with transparent nail paint. Blurry beige background. Copy space. Ilustrasi manikur. Foto: Thinkstock
Las Vegas -

Perawatan di salon kecantikan membuat wanita ini menghilangkan nyawa. Krystal Whipple, wanita asal Las Vegas, divonis penjara hingga 25 tahun karena membunuh seorang staf setelah menerima perawatan manikur di salon kuku.

Putusan pengadilan dibacakan pada Jumat (5/2/2021), setelah Krystal Whipple mengaku bersalah atas pembunuhan tingkat dua yang terjadai pada Desember 2020. Korbannya, adalah Nhu Ngoc Nguyen, wanita 51 tahun yang bekerja sebagai manajer di salon kuku tersebut.

Seperti diberitakan AP, peristiwa terjadi pada Desember 2018 ketika Krystal Whipple datang ke Crystal Nails & Spa untuk melakukan manikur. Setelah perawatan selesai, dia melakukan pembayaran dengan kartu kredit yang ternyata palsu.

Ketika transaksi dengan kartu kredit gagal, wanita 23 tahun ini mengatakan akan mengambil uang tunai di mobilnya. Alih-alih kembali ke salon dengan uang tunai, Krystal Whipple justru menghidupkan mobil hitam Chevrolet Camaro yang dibawanya dan berusaha kabur.

Krystal Whipple.Krystal Whipple. Foto: Dok. Las Vegas Metropolitan Police

Aksi Krystal ini diketahui oleh Nhu, atau biasa disapa Annie, sang manajer toko yang kemudian mencoba mengejarnya. Annie loncat ke atas mobil dan sempat terseret sebelum tubuhnya terlempar ke bawah kendaraan yang melaju cepat.

Akibatnya Annie mengalami cedera parah dan meninggal dunia. Krystal pun dikenai sejumlah tuntutan mulai dari pembunuhan, pencurian, perampasan hingga pencurian kendaraan bermotor.

Sebab mobil yang dikendarainya ternyata bukan miliknya sendiri, melainkan mobil sewaan. Krystal sendiri sempat buron selama dua minggu sebelum ditangkap polisi di Phoenix, Arizona.

"Peristiwa ini seharusnya tidak pernah terjadi hanya karena tagihan di salon kuku. Demi sebuah tagihan salon kuku, harus membunuh seseorang," ujjar Petugas Polda Metro Las Vegas Larry Hadfield, dilansir People.

(hst/hst)