Chrissy Teigen Suntik Botox untuk Hilangkan Migrain, Aman Nggak Sih?

Hestianingsih - wolipop Minggu, 06 Sep 2020 19:30 WIB
LAS VEGAS, NV - JULY 24:  Model Chrissy Teigen laughs as she arrives at Vegas Magazines summer issue party at the Azure Luxury Pool at The Palazzo Las Vegas on July 24, 2013 in Las Vegas, Nevada.  (Photo by Ethan Miller/Getty Images) Chrissy Teigen. Foto: Getty Images
Jakarta -

Chrissy Teigen mengalami sakit kepala hebat di kehamilan ketiganya. Alih-alih minum obat seperti aspirin atau parasetamol, istri John Legend ini memilih cara tak biasa untuk menghilangkan rasa sakit.

Suntik Botox jadi andalan Chrissy Teigen mengatasi sakit kepala. Dia mengaku menjalani prosedur kecantikan itu di beberapa titik kepala dan wajah.

"Saya menderita sakit kepala hebat selama kehamilan ini. Tertarik mencoba suntik Botox di otot leher dengan kombinasi injeksi beta blocker dan gelombang frekuensi radio," cerita Chrissy di Twitter.

Ibu dua anak ini pun suntik Botox di area rahang setiap kali sakit kepala mulai datang. Ia juga melakukan injeksi sekitar alis.

"Bisa juga suntik di area alis untuk mengatasi migrain. Mengubah hidupku. Tapi kalau kamu bisa ke ahli syaraf dan bukan ke ahli kosmetik tentu akan jauh lebih baik dan aman karena mereka pasti berdiskusi dengan dokter kandungan," lanjutnya.

Penggunaan Botox untuk meredakan sakit kepala atau migrain memang bukan hal baru di dunia medis. Disebutkan bahwa prosedur kecantikan tersebut bisa meredakan hingga 50 persen bagi penderita migrain kronis, yakni mereka yang merasakan sakit kepala hingga 15 kali atau lebih dalam sebulan.

Beautiful young woman gets beauty injection in forehead from sergeant. Isolated over white background.Ilustrasi wanita injeksi Botox di dahi. Foto: Thinkstock

Seperti dikutip dari Allure, agar efeknya bisa dirasakan secara maksimal, pasien atau klien, disarankan suntik Botox per tiga bulan sekali. Jenis Botox yang digunakan untuk meredakan migrain dan prosesur kosmetik pun sebenarnya tidak berbeda.

Pada umumnya klien yang melakukan injeksi Botox untuk tujuan estetika, merasakan manfaat lain, yakni migrain atau sakit kepala berkurang bahkan hilang. Dari situlah dokter mulai mengembangkan Botox sebagai metode mengatasi migrain kronis.

"Biasanya, wanita muda dan paruh baya suntik Botox untuk kosmetik, dan usia itulah yang paling banyak menderita migrain, dan dari situlah mereka tahu kalau itu ternyata membantu," kata spesialis syaraf Risa Ravitz.

Perbedaannya hanyalah pada area di mana Botox disuntikkan. Untuk menghilangkan migrain, dokter akan lebih fokus di daerah yang paling terasa sakit dengan menambah jumlah shot.

Biasanya diperlukan sebanyak 30-40 shot di dasar tengkorak, leher dan bahu atau titik lain di sekitarnya yang sering merasakan sakit. Saat dimasukkan, Botox akan melumpuhkan terminal-terminal syaraf dan efeknya migrain pun berkurang.



Simak Video "Potret Bahagia John Legend dan Chrissy Teigen Liburan di Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)