Gak Macam-macam, Ini Tren Make Up Pernikahan untuk Masa Pandemi

Angga Laraspati - wolipop Kamis, 27 Agu 2020 19:53 WIB
make up pernikahan Foto: shutterstock
Jakarta -

Masa pandemi juga mengubah tradisi pernikahan, kini beberapa dari pengantin memutuskan untuk melaksanakan acara sakral ini dengan lebih simple dan intim. Perubahan ini juga dirasakan oleh salah seorang make up artist (MUA) Allyssa Hawadi yang mengatakan banyak pernikahan yang di reschedule akibat pandemi kali ini. Namun seiring berjalannya waktu banyak yang mulai menyadari kalau pandemi ini tak ada yang tahu kapan selesainya, dan memutuskan untuk memajukan pernikahannya ke tahun ini.

"Jadi aku tuh sekarang dapet client yang dimajukan jadi bulan-bulan ini, bahkan lucunya aku dapet bookingan yang dadakan," ungkap Allyssa dalam acara BincangShopee Super Beauty Day, Kamis (27/8/2020).

Lebih lanjut Allyssa mengungkapkan selain konsep pernikahan yang bergeser, konsep dari make up pengantin juga mengikuti. Kalau dulu itu make up dari pengantin terlihat lebih bold dan strong, kini pengantin lebih memilih untuk make up yang soft.

"Sekarang itu banyak yang make upnya itu dewy basah gitu. Karena kan acara wedding sekarang itu cepet banget. Dan biasanya di tempat-tempat (pernikahan) itu ga boleh prasmanan, jadi yang biasanya make up itu buat yang tahan lama, sekarang gak terlalu lama dan mereka bisa mengaplikasikannya," ungkap Allyssa.

Berbeda dari dengan make up untuk pernikahan, make up untuk photoshoot biasanya lebih berwarna. Hal itu juga disampaikan oleh salah satu MUA Fauzia Hanum yang mengatakan untuk virtual photoshoot tidak perlu detail, namun harus lebih berwarna.

"Keunggulannya itu kalau make up buat foto itu ga perlu detail ya, jadi keuntungan kalo gak rapi dikit masih aman. Tapi penggunaan warnanya itu gak bisa natural jadi penggunaan warnanya itu harus lebih keliatan, jadi harus dibedain sama make up langsung," pungkas Hanum.



Simak Video "Ari Izam, Makeup Artist yang Viral Bikin Wajah Nenek-nenek Jadi Remaja"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/ega)