Tren Pewarnaan Rambut 2017-2018: Color Melting
Daniel Ngantung - wolipop
Selasa, 15 Agu 2017 15:35 WIB
Jakarta
-
Berniat mewarnai rambut namun belum menemukan gaya yang pas? Color Melting mungkin bisa menjadi referensi.
Bertempat di Dharmawangsa Hotel, Jakarta, Selasa (15/8/2017), Matrix meluncurkan Color Melting sebagai tren pewarnaan rambut 2017-2018.
Dijelaskan National Education Manager Matrix Indonesia Patricia Lauretta Viola, Color Melting merupakan evolusi dari dua teknik pewarnaan, yakni ombre dan balayage. "Keduanya dikombinasikan dengan menggabungkan dua sampai tiga warna yang menciptakan efek melting atau meleleh. Jadi gradasi warnanya tidak patah-patah," ujar Patricia.
Teknik Color Melting meniru pola alami warna rambut yang lebih gelap di bagian pangkal lalu menerang hingga ujung rambut. Alhasil, pantulan warna terasa lebih lebih lembut dan menyatu sempurna sehingga menciptakan gradasi rambut yang lebih lembut.
"Color Melting pertama kali hadir di Amerika Serikat dan telah menjadi top-trend. Banyak yang membicarakannya di Facebook dan Pinterest," kata Matrix Global Artistic Collective Danielle Keasling. Meski berasal dari AS, lanjut Danielle, teknik ini sangat aplikatif bagi wanita Indonesia mengingat efek akhirnya yang alami.
Dari teknik tersebut, Matrix juga menciptakan empat pilihan gaya pewarnaan yang telah disesuaikan dengan warna kulit wanita Indonesia, yaitu Ash, Violet, Red, dan Creative. Ash atau keabuan merupakan kombinasi warna abu-abu tua dan muda, putih serta hitam. Lalu Violet lahir dari perpaduan dari warna lavender, fushia, hingga merah muda.
Adapun Red hasil percampuran warna merah muda, putih, krem dan rose gold. Terakhir, Creative memadukan seluruh warna sesuai keinginan.
(dtg/dtg)
Bertempat di Dharmawangsa Hotel, Jakarta, Selasa (15/8/2017), Matrix meluncurkan Color Melting sebagai tren pewarnaan rambut 2017-2018.
Dijelaskan National Education Manager Matrix Indonesia Patricia Lauretta Viola, Color Melting merupakan evolusi dari dua teknik pewarnaan, yakni ombre dan balayage. "Keduanya dikombinasikan dengan menggabungkan dua sampai tiga warna yang menciptakan efek melting atau meleleh. Jadi gradasi warnanya tidak patah-patah," ujar Patricia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peluncuran tren pewarnaan rambut 2017-2018, Color Melting. (Foto: Daniel Ngantung/Wolipop) |
"Color Melting pertama kali hadir di Amerika Serikat dan telah menjadi top-trend. Banyak yang membicarakannya di Facebook dan Pinterest," kata Matrix Global Artistic Collective Danielle Keasling. Meski berasal dari AS, lanjut Danielle, teknik ini sangat aplikatif bagi wanita Indonesia mengingat efek akhirnya yang alami.
Foto: Daniel Ngantung/Wolipop |
Dari teknik tersebut, Matrix juga menciptakan empat pilihan gaya pewarnaan yang telah disesuaikan dengan warna kulit wanita Indonesia, yaitu Ash, Violet, Red, dan Creative. Ash atau keabuan merupakan kombinasi warna abu-abu tua dan muda, putih serta hitam. Lalu Violet lahir dari perpaduan dari warna lavender, fushia, hingga merah muda.
Adapun Red hasil percampuran warna merah muda, putih, krem dan rose gold. Terakhir, Creative memadukan seluruh warna sesuai keinginan.
(dtg/dtg)












































Peluncuran tren pewarnaan rambut 2017-2018, Color Melting. (Foto: Daniel Ngantung/Wolipop)
Foto: Daniel Ngantung/Wolipop