Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Parfum Pintar Karya Mahasiswa ITB, Bisa Racik Wangi Sesuai Mood dan Agenda

Kiki Oktaviani - wolipop
Kamis, 09 Apr 2026 18:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

LOreal Brainstorm
L'Oreal Brainstorm 2026 Foto: dok. L'Oreal Indonesia
Jakarta -

Parfum biasanya identik dengan satu aroma khas dalam satu botol. Namun, tiga mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam tim bernama 'Moneyfesteam' mencoba mendobrak konsep tersebut lewat inovasi parfum pintar yang bisa disesuaikan dengan aktivitas harian penggunanya.

Adalah Allodya Qonnita Arofa, Muhammad Abdillah Putra Alfera, dan Rayhan Hidayatul Fikri yang berinovasi mengembangkan Azzaro Quintessence, sebuah perangkat parfum berbasis teknologi yang memungkinkan pengguna meracik wangi sesuai mood dan agenda. Lewat ide ini, mereka akan mewakili Indonesia di ajang internasional L'Oréal Brandstorm di Paris, bersaing dengan peserta dari berbagai negara.

Berbeda dari parfum konvensional, perangkat ini mengusung sistem modular dengan multi-cartridge. Dalam satu device, pengguna bisa menyimpan hingga 15 aroma yang ditempatkan dalam kompartemen terpisah. Artinya, setiap wangi tidak akan bercampur secara langsung, melainkan bisa dipilih atau dikombinasikan sesuai kebutuhan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menariknya, proses personalisasi ini tidak dilakukan secara manual saja. Parfum pintar ini terhubung dengan aplikasi digital bernama ZARO yang dilengkapi teknologi kecerdasan buatan. Aplikasi tersebut mampu merekomendasikan kombinasi aroma berdasarkan aktivitas pengguna, mulai dari rapat kerja, olahraga, hingga acara santai atau kencan.

Untuk menjaga agar kombinasi aroma tetap harmonis, perangkat ini juga dilengkapi teknologi smart cap. Sistem ini mengatur keluarnya wangi berdasarkan struktur parfum yakni top, middle, hingga base notes, sehingga hasil akhirnya tetap seimbang meski berasal dari beberapa aroma berbeda.

ADVERTISEMENT

Tak hanya fokus pada teknologi, inovasi ini juga membawa nilai inklusivitas dan keberlanjutan. Desainnya mempertimbangkan aksesibilitas, termasuk fitur braille, sementara sistem cartridge dapat diisi ulang melalui skema return-earn-redeem guna mengurangi limbah.

Selain itu, inovasi ini juga dirancang dalam versi mini yang praktis dibawa, bahkan dapat ditempel pada smartphone. Meski saat ini masih berupa konsep, ke depannya parfum berpotensi berkembang bukan lagi sekadar produk, melainkan bagian dari gaya hidup yang lebih fleksibel dan personal.

"Kami sangat berterima kasih kepada L'Oréal dan Brandstorm yang sudah memberikan kesempatan bagi kami sebagai mahasiswa untuk belajar, bereksperimen, dan mengembangkan ide yang berdampak. Melalui Azzaro Quintessence, kami ingin menunjukkan bahwa fragrance bisa menjadi lebih dari sekadar produk, tapi sebuah pengalaman yang smart, practical, dan personalized, sesuai berbagai momen dalam keseharian," ungkap tim Moneyfesteam dalam acara L'Oréal Brandstorm 2026 di DBS Tower, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

General Manager L'Oréal Luxe Division Indonesia, Maria Adina, menjelaskan bahwa setiap tahunnya L'Oréal Brandstorm mengangkat tema yang selaras dengan perkembangan industri kecantikan, mulai dari beauty-tech dan AI, men's grooming, hingga tema tahun ini, "Craft the Future of Luxury Fragrance". Tema tersebut dinilai relevan karena kategori wewangian menjadi salah satu segmen dengan pertumbuhan tercepat di industri kecantikan, dengan nilai pasar mencapai sekitar Rp 4 triliun pada 2025 di Indonesia.

"Fragrance kini tidak lagi sekadar produk, tetapi menjadi bagian dari ekspresi diri dan kebutuhan emosional yang semakin mengarah pada pengalaman yang lebih terpersonalisasi, berbasis teknologi, dan berkelanjutan. Sebagai pemimpin dalam kategori luxury fragrance secara global, kami senang dapat mendorong anak muda untuk menciptakan transformasi masa depan industri ini," ungkap Adina.

(kik/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads