Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Selfie Jenis Ini Sebabkan Orang Jadi Tidak PD dan Ingin Operasi Plastik

Eny Kartikawati - wolipop
Rabu, 22 Jun 2016 16:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Istimewa
Jakarta - Selfie kini sudah jadi bagian dari keseharian sebagian orang. Hidup seolah tak lengkap jika belum selfie dalam sehari. Begitu kecanduannya pada selfie, ada orang yang sampai melakukan operasi plastik demi terlihat sempurna di kamera.

Pada 2014 sebuah riset mengungkapkan mengenai dampak selfie pada peningkatan operasi plastik. Menurut penelitian dari asosiasi bedah platik The American Academy of Facial Plastic and Reconstructive Surgery (AAFPRS), selfie memberikan dampak besar terhadap industri bedah plastik. Satu dari tiga ahli bedah plastik mengatakan, semakin banyak orang yang meminta prosedur rekonstruksi wajah karena ingin terlihat lebih menarik di media sosial. Dan kini permintaan akan operasi plastik demi mendapatkan wajah 'sempurna' saat selfie itu semakin bertambah.

Dara Liotta, MD, ahli bedah plastik di Upper East Side Manhattan mengungkapkan, permintaan operasi itu sekarang juga banyak datang dari kalangan anak muda. Berbeda dengan orang dewasa, para anak muda itu tidak meminta renovasi wajah keseluruhan. Mereka hanya ingin melakukan perubahan kecil pada wajah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



"Banyak media sosial, seperti Instagram dan Snapchat, yang memang fokus pada foto. Pada jenis media sosial seperti ini, pengguna dipaksa melihat imej mereka sendiri, terus menerus dan 'memaksa' kita untuk lebih kritis pada diri sendiri. Kita juga dipaksa untuk membandingkan selfie kita dengan selfie orang lain, dalam keseharian," kata Dr. Liotta.

Hal serupa juga disampaikan dokter kulit yang berbasis di Beverly Hills, Harold Lancer, MD, FAAD. Dokter yang dikenal sebagai ahli perawatan kulit favorit Kim Kardashian itu mengungkapkan dia pernah didatangi pasien yang baru berusia 12 tahun dan meminta perbaikan di wajahnya karena penampilannya di media sosial yang tidak menarik.

Dr. Lancer juga mengungkapkan, dari beragam jenis selfie, yang paling mendorong orang untuk melakukan operasi plastik adalah selfie bersama-sama atau grup selfie. "Orang datang ke dokter bedah plastik karena mereka tidak menyukai penampilan mereka saat berfoto bersama-sama orang lain yang diunggah oleh orang-orang lain tersebut," ujarnya.

Dr. Liotta menambahkan, saat selfie, apalagi ketika dilakukan berkelompok, seseorang cenderung membandingkan diri mereka dengan orang lain di kelompok tersebut. Kritikan dari teman di kelompok tersebut juga bisa menyebabkan orang jadi tidak percaya diri dan ingin operasi plastik.

Selain itu, menurut Dr. Liotta lagi, selfie juga membuat beberapa bagian tubuh tampak lebih menonjol. "Misalnya bagian hidung. Hal itu karena wajahmu lebih dekat ke kamera sehingga terlihat lebih besar, dibandingkan dengan tampilan ketika berfoto tidak dengan selfie, di mana jarak kamera ke wajah lebih jauh," jelasnya.

(eny/eny)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads