Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Gen Z Lebih Berani Beli Makeup dan Skincare Mahal, Ini Alasannya

Kiki Oktaviani - wolipop
Jumat, 04 Sep 2026 18:00 WIB
...
Ilustrasi makeup wanita
Foto: Getty Images/EyeEm Mobile GmbH
Jakarta -

Gen Z semakin royal dalam urusan produk kecantikan. Tak hanya membeli lebih banyak produk, mereka juga semakin terbuka untuk memilih makeup dan skincare dengan harga yang lebih premium.

Senior Account Manager Worldpanel, Fatima Ratu Zahra, mengatakan Gen Z menjadi generasi dengan peningkatan belanja produk kosmetik paling tinggi dibandingkan generasi lainnya.

"Gen Z merupakan generasi yang meningkatkan pembelanjaan produk kosmetik paling tinggi dibandingkan dengan generasi lainnya," ujar Ratu dalam acara "Membangun Industri Kosmetik Indonesia yang Tepercaya, Berdaya Saing, dan Siap
Menghadapi Masa Depan" di Wijaya, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak hanya mereka membeli produknya semakin banyak, tapi mereka juga willing untuk membeli produk dengan harga yang lebih tinggi dengan mendapatkan produk yang lebih premium," lanjutnya.

Keputusan Gen Z membeli produk premium bukan semata karena tren. Mereka semakin terbiasa mengeksplorasi berbagai pilihan dan mencari tahu produk yang paling sesuai dengan kebutuhan sebelum membeli.

ADVERTISEMENT

"Gen Z semakin eksploratif, baik dari sisi jumlah brand maupun kategori produk yang mereka beli. Sementara itu, Milenial lebih banyak melakukan eksplorasi dari sisi brand," jelas Ratu.

Di balik peningkatan tersebut, Gen Z juga semakin kritis sebelum menentukan pilihan. Mereka terbiasa mencari informasi, membaca review, hingga mempertimbangkan apakah produk yang ingin dibeli benar-benar sesuai dengan kebutuhan.

Pola tersebut tak lepas dari perbedaan kebutuhan kulit. Gen Z lebih banyak memiliki concern seperti jerawat, sementara Milenial cenderung memperhatikan masalah kulit kering dan kusam.

Kebiasaan mencari informasi melalui kanal digital juga memiliki sisi lain. Tim Kebijakan Publik dan Keberlanjutan Perkosmi, Ribut Purwanti, menyoroti praktik fake review dan fake order yang dapat membuat sebuah produk terlihat lebih populer dari kondisi sebenarnya.

"Ketika kita ingin membeli sesuatu, biasanya kita akan melihat apakah orang lain juga membeli produk tersebut. Kita membandingkan harga, melihat review, dan mencari tahu apakah produk tersebut memang digunakan banyak orang," ujar Ribut.

Praktik tersebut dapat dimanfaatkan untuk memengaruhi keputusan konsumen. Tantangan lainnya datang dari klaim produk yang berlebihan atau misleading.

"Ini menjadi tantangan yang luar biasa di era teknologi," kata Ribut.

Di tengah pesatnya pertumbuhan belanja beauty secara digital, konsumen pun perlu semakin cermat dalam memilah informasi. Terlebih ketika memilih produk dengan harga premium, keputusan membeli sebaiknya tidak hanya didasarkan pada tren atau rasa takut ketinggalan.

(kik/kik)
...
Hide Ads