Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Tren Kecantikan Arang Vs Lumpur

Merawat Kulit dengan Arang dan Lumpur Boleh Saja, Asalkan...

Intan Kemala Sari - wolipop
Jumat, 05 Jun 2015 18:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta -

Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan di dunia kecantikan, banyak penelitian yang menyebutkan bahwa ritual kecantikan bisa di dapat dari bahan-bahan alam yang tak biasa, misalnya arang dan lumpur. Kedua bahan ini dipercaya memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan kebersihan kulit.

Misalnya saja arang yang diklaim mampu mencerahkan wajah dan mengangkat kotoran penyumbat pori-pori, dan lumpur yang efektif melembabkan wajah, menstimulasi sel kulit baru, hingga menyembuhkan berbagai penyakit kulit. Maka tak heran banyak perawatan wajah yang menghadirkan arang dan lumpur sebagai bahan utamanya.

Menurut dr. Kardiana Purnama Dewi SpKK, perawatan dengan kedua bahan yang tak biasa itu boleh saja dilakukan asalkan masih dalam batas normal. "Misalnya kita cuci muka pakai sabun yang mengandung arang karena bisa angkat kotoran. Karena kita ingin wajah bersih terus, kita pakainya lebih dari tiga kali dalam sehari. Itu yang tidak dianjurkan," terang dr. Kardiana saat dihubungi Wolipop, Kamis, (4/6/2015).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika hal itu dilakukan terus-menerus, memang benar kulit akan tetap terjaga kebersihannya namun kulit akan terasa kering. Dokter 34 tahun ini mengatakan membersihkan muka hingga terasa kering tidak bagus untuk kesehatan kulit. Karena kulit yang baik seharunys memiliki tingkat kelembaban.

Sedangkan untuk penggunaan masker berbahan dasar arang dan lumpur, kini terdapat masker yang bertekstur gel dan bubuk. Kedua jenis masker itu bisa digunakan untuk wajah asalkan digunakan dalam batas yang wajar. "Normalnya didiamkan sampai kering sekitar 15 sampai 30 menit dan langsung dibilas. Kalau didiamkan semalaman dikhawatirkan membuat wajah iritasi," terang dokter kelahiran 1981 itu.

Masker tersebut juga tidak perlu digunakan setiap hari. Dua hingga tiga kali dalam seminggu sudah cukup untuk membersihkan wajah. Karena masker ini sifatnya hanya sebagai penunjang tambahan dalam perawatan wajah, maka tak perlu digunakan setiap hari.

Dokter yang mengambil spesialis kulit kelamin di Universitas Diponegoro Semarang ini menjelaskan, pada prinsipnya, produk yang mengandung arang memiliki zat karbon aktif di dalamnya. Fungsi utamanya untuk menyerap dan membersihkan kotoran.

"Tidak ada salahnya untuk dicoba, tetapi terlepas dari itu semua, dengan adanya tren kecantikan dari arang atau lumpur ini kita harus lebih cermat dalam memilih produk. Mulai dari kemasannya, kandungan lainnya, dan efek yang diberikan ke tubuh," sarannya sebelum menutup perbincangan.

(int/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads