Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Pertamakali di Asia <i>Make-up</i> Memakai Google Glass, Seperti Apa?

Kiki Oktaviani - wolipop
Jumat, 29 Mei 2015 18:52 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Kiki Oktaviani/Wolipop
Jakarta - Google Glass tak semata digunakan untuk penggemar gadget saja. Gadget yang berbentuk seperti kacamata tersebut ternyata juga bisa dimanfaatkan dalam dunia kecantikan. Adalah lini kecantikan Yves Saint Lurent (YSL) yang menggunakan Google Glass dalam merias kliennya. Seperti apa teknologi tersebut bekerja dalam dunia make-up?

Untuk pertamakalinya di Indonesia, bahkan di Asia, Google Glass ikut hadir dalam acara kecantikan. YSL Beaute menjadi brand kecantikan pertama yang menggabungkan kecantikan dengan Google Glass dengan istilah 'beauty goes tech'.

YSL menyediakan perangkat Google Glass untuk make-up artist internasional YSL yang sudah terpilih. Di Asia sendiri hanya ada dua orang make-up artist YSL yang telah memiliki lisensi Google Glass. Sang make-up artist merias konsumen sekaligus merekam seluruh proses makeover menggunakan Google Glass.

Dimulai dari tahap konsultasi, foto sebelum makeover, diikuti proses makeover sampai hasil make-up. Hasil rekaman tersebut langsung dikirimkan lewat email kepada klien sehingga klien bisa kembali melihat proses make-up. Cara ini dinilai sangat membantu klien YSL yang ingin kembali mengulang langkah- langkah dalam merias wajah.

"Dengan Google Glass bisa memberikan video tutorial dan konsumen bisa melihatnya lagi untuk mengulang make-up yang dibuat oleh make-up artist," ujar Francis Lim, make-up artist YSL Beaute Singapura dalam acara 'Beauty Goes Tech' di mal Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat (29/5/2015).

Francis merupakan satu dari dua orang make-up artist YSL Asia yang mamiliki lisensi dari YSL untuk menggunakan Google Glass. Dalam kesempatan tersebut, Francis pun memberikan demo make-up sambil menggunakan Google Glass untuk merekam proses makeover model.

Hasil rekaman tersebut sangat jelas dan fokus. Ketika area mata yang dipulaskan make-up, maka video tersebut akan fokus pada bagian mata. Sehingga pengalaman make-up Anda semakin menyenangkan karena semakin mudah diikuti berkat hasil rekaman tersebut.

Awal mula YSL terinspirasi menggunakan Google Glass adalah dari populernya tren tutorial make-up. Brand kecantikan asal Paris itu menyadari bahwa konsumen pasti ingin bisa menyapu riasan layaknya profesional make-up sehingga tercetuslah ide menggunakan Google Glass untuk merekam proses make-up klien.

Awalnya, YSL menggunakan Google Glass hanya di New York, kemudian berkembang ke Paris. Setelah itu masuk ke Korea, diikuti dengan Indonesia yang merupakan negara Asia Tenggara pertama yang merasakan kecanggihan Google Glass lewat make-up. Justru di negara lainnya seperti Hong Kong ataupun Singapura belum diperkenalkan. Tertarik mencoba makeover dengan Google Glass?

Saat ini baru tersedia di dua gerai YSL di jakarta, yakni di Sogo Plaza Senayan dan Seibu Grand Indonesia. Konsumen akan dirias oleh tim make-artist YSL yang sebelumnya telah diajarkan cara menggunakan dan merekam lewat Google Glass dengan minimum total pembelanjaan produk kosmetik Rp 2,5 juta.

(Kiki Oktaviani/Hestianingsih)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads