Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

9 Ciri-ciri Burnout yang Sering Dianggap Capek Biasa, Jangan Diabaikan!

Anggi Mayasari - wolipop
Senin, 18 Mei 2026 08:32 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Ilustrasi Burnout Syndrome
Foto: Brawijaya Hospital
Daftar Isi
Jakarta -

Kamu merasa terus-terusan capek meski baru mulai kerja? Atau tiba-tiba jadi gampang bad mood dan malas melakukan hal yang biasanya disukai? Ini jadi ciri-ciri burnout yang perlu diwaspadai.

Belakangan istilah burnout makin sering terdengar, terutama di kalangan pekerja dan anak muda yang punya aktivitas padat setiap hari. Tekanan pekerjaan, tugas yang menumpuk, sampai tuntutan untuk selalu produktif bikin banyak orang merasa lelah bukan cuma secara fisik, tapi juga mental.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Revisi ke-11 Klasifikasi Penyakit Internasional (ICD-11) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa burnout adalah sindrom yang dikonseptualisasikan sebagai akibat dari stres kronis di tempat kerja yang belum berhasil dikelola. Meskipun paling sering disebabkan oleh masalah di tempat kerja, burnout juga dapat dipicu oleh stres di bidang kehidupan lain, seperti mengasuh anak, merawat orang lain, atau hubungan asmara.

Menurut WHO, burnout tidak dianggap sebagai kondisi medis, tetapi sepenuhnya merupakan fenomena pekerjaan. Jika dibiarkan terus, kondisi ini bisa berdampak pada kesehatan dan kehidupan sehari-hari.

ADVERTISEMENT

Yuk! Ketahui ciri-ciri burnout yang perlu diwaspadai:

Candid of young asian single female student work late night stress out with project research problem on computer laptop or notebook at home office. Asian people occupational burnout syndrome concept.Cara mengatasi burnout. Foto: Getty Images/ChayTee

1. Perasaan Kehabisan Energi atau Kelelahan

Menurut WHO, burnout biasanya ditandai dengan rasa lelah yang muncul terus-menerus, bahkan setelah beristirahat. Tubuh terasa kurang bertenaga untuk menjalani aktivitas sehari-hari, sementara pikiran juga terasa berat sejak bangun tidur. Kondisi ini membuat seseorang cepat kehilangan energi dan sulit menjalani rutinitas seperti biasanya.

2. Hilang Motivasi

Seseorang yang mengalami burnout sering merasa semangatnya menurun drastis. Pekerjaan atau kegiatan yang sebelumnya terasa menyenangkan perlahan berubah menjadi beban. Akibatnya, muncul rasa malas, menunda pekerjaan, hingga tidak lagi memiliki antusiasme untuk mencapai target tertentu.

3. Sulit Fokus dan Konsentrasi Menurun

Burnout juga dapat memengaruhi kemampuan berpikir dan berkonsentrasi. Seseorang jadi lebih mudah lupa, sulit mengambil keputusan, dan sering kehilangan fokus saat bekerja atau belajar. Hal ini biasanya membuat produktivitas menurun karena pikiran terasa penuh dan sulit diajak berpikir jernih.

4. Sensitif dan Mudah Emosi

Orang yang mengalami burnout cenderung lebih mudah marah, tersinggung, atau merasa frustrasi terhadap hal-hal kecil. Tekanan mental yang terus menumpuk membuat emosi menjadi tidak stabil. Bahkan, situasi sederhana yang biasanya bisa dihadapi dengan santai dapat terasa sangat mengganggu.

5. Gangguan Pola Tidur

Ciri-ciri burnout lainnya adalah perubahan pola tidur, baik sulit tidur maupun tidur berlebihan. Pikiran yang terlalu penuh dan rasa stres berkepanjangan membuat tubuh sulit beristirahat dengan maksimal. Akibatnya, seseorang tetap merasa lelah meski sudah tidur cukup lama.

6. Cemas dan Overthinking

Burnout juga bisa memunculkan rasa cemas berlebihan terhadap pekerjaan atau kehidupan sehari-hari. Pikiran terasa terus berjalan tanpa henti hingga membuat seseorang sulit rileks. Kondisi ini sering memicu overthinking, rasa takut gagal, hingga tekanan mental yang semakin berat.

7. Produktivitas Menurun Drastis

Saat burnout, pekerjaan yang biasanya bisa diselesaikan dengan cepat terasa jauh lebih berat dan memakan waktu lama. Energi yang terkuras membuat seseorang sulit bekerja secara maksimal. Akibatnya, hasil kerja menurun dan tugas-tugas mulai terasa menumpuk.

8. Gangguan Fisik tanpa Sebab Jelas

Burnout tidak hanya memengaruhi mental, tetapi juga kondisi fisik. Beberapa orang mengalami sakit kepala, nyeri otot, gangguan pencernaan, atau jantung berdebar tanpa penyebab medis tertentu. Keluhan ini sering muncul karena tubuh terus berada dalam kondisi stres berkepanjangan.

9. Hampa dan Kehilangan Tujuan

Pada tahap tertentu, burnout membuat seseorang merasa kosong dan tidak lagi menikmati hidup. Aktivitas sehari-hari terasa monoton, membosankan, dan tidak memiliki makna. Perasaan ini bisa membuat seseorang kehilangan arah serta sulit menemukan hal yang membuatnya bahagia

Bagaimana Cara Mengatasi Burnout?

Seperti dilansir dari Psichology Today, siapapun yang kehabisan energi di tempat kerja, di sekolah, atau di rumah, dapat mengambil langkah-langkah untuk mengurangi dampak buruk kelelahan. Jika perlu, mengevaluasi kembali pendekatan mereka terhadap kehidupan sehari-hari.

Memiliki tujuan hidup, memberikan dampak positif pada orang lain, atau merasa seolah-olah sedang membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik, semuanya efektif dalam membatasi kelelahan. Seringkali, kebermaknaan, dari mana pun asalnya, dapat mengimbangi aspek negatif dari pekerjaan sehari-hari seseorang.

(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads