Cara Keluar dari Kekerasan Dalam Pacaran Seperti Dialami Eks Vokalis Amigdala

Gresnia Arela Febriani - wolipop Jumat, 11 Feb 2022 12:45 WIB
Foto mantan vokalis Amigdala, Aya Canina yang mengalami kekerasan dalam pacaran. Foto mantan vokalis Amigdala.Foto: Dok. Instagram @ayacanina.
Jakarta -

Mantan vokalis band Amigdala, Aya Canina, membuat pengakuan mengejutkan. Ia mengungkap alasan hengkang dari band yang membesarkan namanya itu karena mengalami tindak kekerasan.

Aya mengaku mendapat kekerasan dari vokalis sekaligus gitaris Amigdala. Tak hanya itu, gitaris Amigdala juga disebut menjadi kekasih Aya saat itu. Aya mengungkapkan mengalami kekerasan selama 3,5 tahun dari orang tersebut hingga berdampak pada kesehatan mentalnya.

"Saya keluar dari Amigdala karena saya mengalami kekerasan dalam pacaran selama rentang waktu 3,5 tahun dan itu sangat memengaruhi kondisi mental saya," tulis Aya Canina di Instagram Story, Rabu (9/2/2022).

Aya juga mengungkapkan kekerasan yang ia alami diketahui personel Amigdala lainnya, serta kepala media dan keuangan band itu. Namun, mereka semua dituding melanggengkan kekerasan tersebut.

Foto mantan vokalis Amigdala, Aya Canina yang mengalami kekerasan dalam pacaran.Foto mantan vokalis Amigdala, Aya Canina yang mengalami kekerasan dalam pacaran. Foto: Dok. Instagram @ayacanina.

Kekerasan dalam Pacaran Menurut Komnas Perempuan

Kasus mantan vokalis Amigdala adalah salah satu bentuk kekerasan di dalam pacaran (KDP). Menurut Ketua Komnas Perempuan Andy Yentriyani, KDP ini setiap tahunnya juga mengalami peningkatan, bahkan termasuk kasus kekerasan terbanyak ketiga.

Jumlah kasus kekerasan di dalam pacaran ini rata-rata setiap tahunnya mencapai 150 kasus. Menyedihkannya, berbagai kasus KDP ini lebih sering penindakan hukumnya lemah.

"Latar belakang hubungan pacaran kerap menyebabkan peristiwa kekerasan seksual yang dialami korban dianggap sebagai peristiwa suka sama suka. Dalam konteks pemaksaan aborsi, justru korban yang dikriminalkan sementara pihak laki-laki bisa melenggang pergi saja karena tidak terjerat oleh hukum," ujar Andy.

Foto mantan vokalis Amigdala, Aya Canina yang mengalami kekerasan dalam pacaran.Foto mantan vokalis Amigdala, Aya Canina yang mengalami kekerasan dalam pacaran. Foto: Dok. Instagram @ayacanina.

Kekerasan dalam Pacaran Menurut Pegiat Perempuan

Pegiat kekerasan terhadap perempuan, Kalis Mardiasih juga memberikan imbauan bagi wanita yang mengalami kasus kekerasan dalam pacaran (KDP) yang sedang berada dalam situasi sulit. Kalis meminta pada para wanita korban kekerasan ini untuk segera melapor dan mendapatkan penanganan yang tepat.

"Teman-teman korban kekerasan dalam pacaran (KDP) yang berasa dalam situasi sulit, silahkan mengakses cari layanan @KomnasPerempuan @LBHAPK/pengada layanan lain. Semoga masih banyak harapan buat kalian untuk dapat rumah aman, faslannkes gratis, konseling, bantuan hukum. Please bertahan. Saya butuh kalian agar kita bisa berjuang bersama-sama. Please bertahan," tutupnya.

Cara Keluar dari Toxic Relationship

Bagi kamu yang mengalami kekerasan dalam pacaran seperti yang dialami oleh mantan vokalis Amigdala, sadarilah bahwa hal tersebut termasuk dalam toxic relationship. Psikolog Klinis Dewasa Alfath Hanifah Megawati M.Psi., mengatakan toxic relationship bukanlah relasi yang mudah untuk diakhiri. Pasalnya, dalam relasi ini kedua pasangan (yang menyakiti dan yang tersakiti) terjebak dalam ilusi relasi yang membuat mereka saling mempertahankan hubungan.

Berikut cara yang bisa kamu lakukan untuk keluar dari toxic relationship:

1. Introspeksi diri

Merefleksikan apa yang kita dapatkan dari hubungan. Mulailah bertanya dan berdiskusi dengan diri kita sendiri, "apakah kita sudah mengupayakan perbaikan dengan mengubah diri kita secara positif?", jika iya, "apakah benar pasangan kita berubah sejauh ini?" dan mulailah menimbang "mana yang lebih banyak didapatkan dalam relasi, tumbuh atau layunya diri kita?".

2. Berani mengambil keputusan

Langkah kedua adalah kumpulkan keberanianmu untuk mengakhiri hubungan, cobalah berpikir bukan tentang apa yang akan hilang dari diri kita sendiri karena berakhirnya hubungan ini, tapi berpikir apa yang akan kita dapatkan dengan berakhirnya hubungan ini.

3. Support system

Langkah ketiga, carilah support system untuk mendampingi melalui proses akhir hubungan dan move on. Support system bisa kamu dapatkan dari orang sekitarmu, teman, keluarga, atau profesional.


4. Sayangi diri sendiri

Bangun keyakinan dalam dirimu bahwa kamu layak dicintai dengan cara yang lebih layak dari ini.


5. Jangan kembali lagi pada hubungan tersebut

Jangan memunculkan perilaku yang membuat kita kembali pada relasi toxic ini, misalnya secara berulang membalas chat atau pesan dari mantan kamu. Dan jangan langsung terbuai dengan janji manis.

(gaf/eny)