Ada Robot Seks AI dengan Selera Humor, Bikin Orang Ketawa Lebih dari Manusia
Perkembangan AI kini merambah industri robot pendamping. Sebuah robot seks terbaru bernama Emma diluncurkan dengan teknologi AI yang diklaim memiliki selera humor sendiri dan mampu melakukan percakapan yang terasa lebih alami.
Robot ini dijual seharga 4.220 euro atau sekitar Rp 83 juta. Emma menggunakan mesin AI asal China bernama Doubao AI, yang dilatih dengan berbagai data seperti referensi budaya, isyarat emosi, hingga pola percakapan manusia. Produsen mengklaim teknologi tersebut memungkinkan Emma tidak hanya memahami bahasa, tetapi juga merespons dengan cara yang terasa lebih manusiawi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang juru bicara dari Cloud Climax, toko online penjual boneka seks berbasis di Inggris, menjelaskan bagaimana teknologi tersebut bekerja. Ia menambahkan bahwa sistem AI tersebut dilatih menggunakan kumpulan data besar.
"Selera humor dan empati Emma berasal dari mesin Doubao AI yang menggerakkan kemampuan percakapannya. AI ini dilatih dengan dataset besar yang mencakup referensi budaya, isyarat emosional, dan pola bicara alami. Hal ini membuat Emma tidak hanya memproses bahasa, tetapi juga merespons dengan cara yang terasa tulus, empatik, bahkan kadang lucu," ujar juru bicara tersebut.
Menurut pihak perusahaan, robot seperti Emma tidak dimaksudkan untuk menggantikan hubungan manusia, melainkan sebagai bentuk pendamping tambahan.
"Robot tidak hadir untuk menggantikan hubungan manusia, tetapi bisa melengkapinya. Dalam hal humor, AI bisa menyesuaikan lelucon dengan selera seseorang dan mengingat konteks dari waktu ke waktu. Itu kadang membuatnya bisa membuat orang tertawa lebih konsisten dibanding manusia," ungkap juru bicara tersebut.
Emma hadir dengan berbagai pilihan bentuk tubuh dan kepala. Rambutnya dibuat sangat realistis, sementara tubuhnya menggunakan bahan silikon yang diklaim memberikan sensasi lebih lembut dan menyerupai kulit manusia. Kepala silikon tersebut juga dapat bergerak, berkedip, dan berbicara, sehingga interaksinya terasa lebih hidup.
"Bentuk tubuh dan desain wajah dibuat oleh tim pematung dan desainer industri kami sendiri. Mereka mengambil inspirasi dari estetika global dan masukan pelanggan. Setiap desain melalui beberapa tahap, mulai dari pemodelan digital, pahatan tanah liat, hingga pencetakan fiberglass untuk menemukan keseimbangan antara realisme dan daya tarik luas," ujar juru bicara.
(kik/kik)











































