e-Life

Cinta 2 Generasi Ana dan Emen, Beda Usia 35 Tahun

dtv - wolipop Rabu, 17 Nov 2021 08:28 WIB
Jakarta -

Jika Anda masih berusia 23 tahun, lalu dijodohkan dengan pria berusia 58 tahun, apa yang akan akan terjadi? Itulah kisah Ana Amalia dan Emen Hidayat yang menikah 2018 silam.

Keduanya sempat menarik perhatian publik karena jarak usia Ana dan Emen yang sangat jauh, yaitu 35 tahun. Wow!

"Awalnya saya belum bisa menerima tuh nikah sama beliau, tapi seiring berjalannya waktu, baru 2 bulan kemudian saya baru bisa menerima kalau beliau suami saya gitu. Dan Alhamdulillah kita udah insya Allah bahagia sih," tutur Ana di acara e-Life detikcom.

Berasal dari dua generasi berbeda, Ana mengaku tidak banyak berkonflik serius dengan suaminya. Perbedaan usia yang jauh ini justru punya kenikmatan tersendiri bagi Ana.

"Justru karena mungkin kita usianya yang beda jauh, suami lebih mengayomi kaya gitu loh Kak. Jadi kadang sayanya yang banyak manja. Kalau hal-hal kecil cekcok gitu kalau pendapatnya berbeda sih. Mungkin kalau suami kan pandangannya yang pandangan zaman dulu, kalau saya zaman sekarang gitu. Tapi Alhamdulillah selama ini nggak pernah yang gimana-gimana," ungkap Ana.

Meski demikian, pernikahan Ana dan Emen tak lepas dari anggapan kurang menyenangkan dari lingkungan sekitar. Jarak usia yang terpaut begitu jauh, membuat Ana kerap dianggap hanya menginginkan harta Emen semata.

"Dulu pas awal-awal nikah banyak sih, dikiranya gila harta lah, cewek matre, cewek nggak baik. Kalau dulu sih awal-awal jadi kaya mental tuh down gitu Kak, kayak dianggap tuh kaya nggak ada harga dirinya. Tapi seiring berjalannya waktu, nggak tahu juga sih, karena mungkin jadi sayang ke suami, begitu pun sebaliknya, orang-orang di sekitar malahan kayak, 'Oh ya ternyata nikah beda usia nggak salah-salah amat,' gitu," lanjutnya.

Kini, Ana dan Emen sudah menikah selama kurang lebih tiga tahun lamanya. Bagi Ana, yang terpenting dalam rumah tangganya adalah ketika dua orang ini saling mencintai dan bisa menjaga satu sama lain. Tak perlu memikirkan anggapan buruk orang sekitar.

(gah/gah)