Liputan Khusus Harta Takhta Cerita

Pesan Haru dan Rindu untuk Anak dari Seorang Ayah yang Kerja Jadi TKI

Gresnia Arela Febriani - wolipop Rabu, 17 Feb 2021 18:00 WIB
Cheerful engineer man in hard hat wearing protection face mask against coronavirus with arms crossed at cargo container Foto: Getty Images/RainStar.
Madiun -

Faktor ekonomi, menjadi alasan seseorang yang ingin bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Ditambah tawaran gaji yang menggiurkan dan sulitnya mencari kerja di negeri sendiri, tawaran menjadi TKI pun dianggap menggiurkan.

Cara itulah yang ditempuh oleh bapak satu orang anak ini. Ia pergi merantau ke Brunei Darussalam untuk menafkahi anak dan istrinya. Selain itu, sang istri juga mengikuti jejaknya dengan bekerja sebagai TKI di HongKong. Ialah Fatoni yang berbagi kisahnya kepada Detikcom lewat program acara Harta Takhta Cerita.

Dalam rangka memeriahkan hari kasih sayang atau Hari Valentine, Detikcom membuat program Harta Takhta Cerita. Acara ini dibuat untuk kamu yang punya kisah menarik bisa berupa perjuangan cinta, karier atau pun cerita hidup menarik lainnya.

Nantinya, cerita paling menarik dari detikers akan dipilih untuk dibacakan oleh sederet publik figur hingga tokoh kenamaan Indonesia. Buat kamu yang sudah penasaran dan tak sabar ingin ikutan, pastikan kamu simak syarat dan ketentuan KLIK DISINI.

Berikut kisah Fatoni sang TKI:

Dear detikers, ini ceritaku Fatoni, Madiun (sekarang TKI di Brunei). Rasa rindu yang amat sangat mengebu-gebu dalam hati, kepada anakku Fadly. Bapak tidak mengharapkan kita berjauhan, tidak berharap hidup kaya raya.

Maafkan bapak yang harus meninggalkanmu tanpa kasih sayang. Percayalah nak, berat sekali bapak melangkah jauh sampai ke negeri orang, tapi Insya Allah ini semua untuk masa depanmu nak. Dan untuk istriku tercinta yang juga sedang merantau di Hongkong, terima kasih sudah membantu mencari rezeki. Aku tahu ini bukan tugasmu, tapi karena sayang dan cintamu pada keluarga kecil kita kamu rela dan nekat merantau.

Teruntuk anakku Fadly dan istriku, terima kasih karena telah menyayangi bapak tanpa batas. Hanya doa terbaik untuk kalian berdua yang mampu bapak berikan untuk kalian.

Semoga kita selalu saling menyayangi dalam hati karena terpisahkan jarak dan waktu. Dan semoga Tuhan cepat mengumpulkan kita dengan keadaan sehat dan bahagia.

(Fatoni - Madiun, Jawa Timur).

(gaf/eny)