Liputan Khusus Harta Takhta Cerita

Bikin Nyesek, Pria Ini Curhat Kisah Cintanya yang Beda Agama

Gresnia Arela Febriani - wolipop Selasa, 16 Feb 2021 15:59 WIB
Consoling her depressed Boyfriend Ilustrasi pasangan yang mengakhiri hubungannya. Foto: Getty Images/PeopleImages.
Malang -

Cinta beda agama memang cukup rumit dan harus saling memahami satu sama lainnya. Namun tak sedikit pasangan beda agama ini yang bisa mempertahankan hubungannya selama bertahun-tahun.

Dan ada juga pasangan yang berakhir karena menemui jalan buntu soal perbedaan keyakinan itu. Hal itulah yang dialami oleh Deni, pria asal Malang, Jawa Timur yang berbagi kisahnya kepada Detikcom mengenai hbungannya bersama wanita pujaannya yang berbeda agama, melalui program Harta, Takhta, Cerita.

Dalam rangka memeriahkan hari kasih sayang atau Hari Valentine, Detikcom membuat program Harta Takhta Cerita. Acara ini dibuat untuk kamu yang punya kisah menarik bisa berupa perjuangan cinta, karier atau pun cerita hidup menarik lainnya.

Nantinya, cerita paling menarik dari detikers akan dipilih untuk dibacakan oleh sederet publik figur hingga tokoh kenamaan Indonesia. Buat kamu yang sudah penasaran dan tak sabar ingin ikutan, pastikan kamu simak syarat dan ketentuan KLIK DI SINI.

Breakup of a couple with guy leaving and sad girlfriend staying on the benchIlustrasi pasangan yang mengakhiri hubungannya. Foto: Getty Images/iStockphoto/PaolaV1.

Berikut kisah Deni selengkapnya:

Dear detikers ini ceritaku. Aku Deni dari Malang. "Seamin tapi tak seiman" sudah hampir dua tahun kita berpisah. Namun, kenangan masih sulit dilupakan. Aku yakin, kita masih berpura-pura kuat dan seolah-olah tak merasakan sakit.

Jujur, pacaran beda agama itu seru! Satu hal yang sangat istimewa ialah, kita tidak pernah mengusik kepercayaan masing-masing, malah saling support dan reminder untuk selalu dekat kepada Pencipta-Nya tersendiri.

Saat menjelang hari Minggu, kamu tidak segan untuk mengingatkan aku ke gereja dan saat suara adzan berkumandang, aku juga tidak segan mengingatkan kamu untuk salat (kecuali PMS ya).

Kalau dia masih ingat, dulu kita pernah ke Klenteng (tempat ibadah Konghucu) karena gabut ya. Saat itu, kita berdua memberanikan diri untuk mengikuti ibadah Konghucu, berdoa kepada Dewa.

Lalu, apa kamu tahu doa-ku? Ya, sederhana saja, yaitu "semoga kamu selalu bahagia". Ah sial, coba saja doa-ku "semoga kita sampai pelaminan " pasti nggak bakal gini ceritanya.

(Deni - Malang, Jawa Timur).

(gaf/eny)