Jepang Gunakan Teknologi AI untuk Jodohkan Warganya Agar Punya Anak
Jepang dikenal sebagai salah satu negara dengan angka kelahiran yang rendah. Jika tidak bisa meningkatkan jumlah penduduk, populasi Jepang diprediksi bisa punah. Karenanya, pemerintah mulai turun tangan untuk mengatasi permasalah tersebut. Bukan hanya dengan mendukung warganya punya banyak anak, Jepang bahkan menginisiasi untuk bisa menjodohkan mereka yang masih single dengan teknologi AI (Artificial Intelligence).
Tahun lalu, angka kelahiran Jepang hanya mencapai 1,36. Sebagai solusi untuk mendukung warga Jepang agar menikah dan memiliki anak, pemerintah akan menyisihkan dana 2 miliar yen (Rp 2,7 triliun) untuk program yang relevan. Salah satunya mendukung situs kencan yang menggunakan teknologi AI untuk menjodohkan orang.
Baca juga: 5 Tips Agar Dapat Pacar dari Aplikasi Kencan |
"Kami secara khusus merencanakan untuk menawarkan subsidi untuk pemerintahan lokal atau proyek-proyek perjodohan yang menggunakan AI. Kami harap dukungan ini akan membantu memulihkan penurunan angka kelahiran nasional," ungkap Yoshihide Suga selaku Perdana Menteri Jepang dilansir AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Situs perjodohan menggunakan teknologi AI atau kepintaran buatan sudah berjalan di Jepang. Dengan teknologi tersebut, orang tidak hanya akan melihat calon pasangan dari penampilan, data diri standar, atau kesamaan hobi. Dikatakan jika mesin bisa menganalisa secara lebih baik sehingga para pencari jodoh bisa menemukan pasangan yang serasi.
Dikatakan jika teknologi AI akan secara mengabaikan hal-hal yang biasanya diperhatikan ketika mencari jodoh seperti usia, penampilan, dan tingkat pendapatan. Sebagai gantinya, mesin akan mencocokan orang-orang single menggunakan 'hasil bagi emosional' untuk mendapatkan calon pasangan dengan kesamaan nilai, kepribadian, dan kepintaran emosi.
Dilaporkan bahwa angka kelahiran Jepang menurun terlebih karena pandemi Corona. Selain itu, data pemerintah pun menunjukkan jika angka pernikahan menurun mungkin juga karena orang-orang tidak bisa bertemu dan menggelar pesta setahun belakangan ini.
Sedikitnya angka kelahiran dan tingginya angka harapan hidup membuat Jepang punya banyak populasi menua. Selain untuk mencegah punahnya populasi, hal ini dilakukan untuk meningkatkan jumlah orang produktif yang akan mendominasi industri kerja.
(ami/ami)
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singkat
Ramalan Zodiak Leo 2026: Cinta Bersemi, Finansial Membaik
Ramalan Zodiak Cinta 8 Januari: Capricorn dan Sagitarius Belajar Mengalah
Ramalan Zodiak 7 Januari: Libra Jangan Murung, Scorpio Lebih Bijaksana
Ramalan Zodiak Virgo 2026: Asmara Diuji Tapi Pemasukan Mengalir
Ramalan Zodiak 7 Januari: Cancer Fokus Pada Peluang, Leo Tetap Tenang
Penampilan Terbaru Vidi Aldiano Bikin Pangling, Kini Berkumis Tebal
Momen Miley Cyrus Ngomel ke Fotografer, Disuruh Lepas Kacamata di Red Carpet
Kate Middleton Jadi Korban Kekejaman AI, Tersebar Gambar Sensual
Kisah Cinta Sesama Idol Jepang, Mantan AKB48 Akan Dinikahi Anggota BOYS & MEN











































