#77PortraitAnakBangsa

Lewat Social Enterprise Du Anyam, Hanna Keraf Berdayakan Wanita di NTT

Inkana Putri - wolipop Sabtu, 13 Agu 2022 11:03 WIB
Shot on OPPO Reno8 Pro 5G. Shot on OPPO Reno8 Pro 5G. (Foto: Dok OPPO)
Jakarta - Perempuan sering kali dianggap sebagai sosok pelengkap laki-laki sehingga sulit memperoleh kesetaraan dan persamaan hak. Tak jarang pula perempuan hanya dikaitkan dengan urusan rumah tangga saja. Pendapat perempuan di keluarga pun bahkan kerap dianggap rendah lantaran semua keputusan diambil oleh kepala keluarga atau suami.

Kondisi-kondisi ini masih dialami oleh berbagai perempuan di Indonesia, tak terkecuali di Flores, Nusa Tenggara Timur. Melihat hal ini, Hanna Keraf bersama temannya berupaya mendorong kesejahteraan ibu-ibu di NTT lewat social enterprise Du Anyam. Lewat Du Anyam yang telah dibangunnya sejak 2014, Hanna mendorong perempuan di NTT agar dapat mandiri dan berdaya melalui keterampilan menganyam yang dipadukan dengan sumber daya lokal, daun lontar, untuk menciptakan anyaman daun lontar.

Tak sekadar membentuk bisnis, Hanna juga turut terjun langsung mengasah keterampilan ibu-ibu yang tergabung dalam Du Anyam agar semakin berkembang. Mulai dari memberikan pelatihan, mengenalkan ragam desain yang fungsional dan estetis, serta membuka akses ke pasar yang lebih luas, baik di skala nasional maupun internasional.

Hanna bahkan memutuskan menunda studi lanjutannya dan pindah ke desa terpencil di Flores, tepatnya di Desa Lamalera, Lembata. Wanita lulusan Universitas Ritsumeikan Jepang ini mengaku semua ini ia lakukan lantaran terinspirasi dari sosok Bung Karno yang memulai proses pergulatannya dengan keluar dari zona nyaman di Jakarta dan pindah untuk hidup dan tinggal dengan masyarakat di Flores.

Berkat upayanya, kini Du Anyam telah mampu membantu para ibu-ibu keluar dari masalah sosial ekonomi. Diketahui, Du Anyam telah berhasil meningkatkan pendapatan perempuan hingga 40% sehingga turut mendorong kesejahteraan para perempuan. Du Anyam pun telah memberikan beasiswa kepada lebih dari 205 anak cucu perempuan perajin anyaman berprestasi.

Sejauh ini, setidaknya sudah 1.400 wanita yang Du Anyam bantu untuk mendampingi produk-produk kerajinan tangan. Bahkan, produk tradisi dari ibu-ibu perajin daerah ini juga telah terjual hingga ribuan di pasar lokal maupun luar negeri.

Sebagai informasi, foto 77 Potret Anak Bangsa di atas diabadikan oleh kamera OPPO Reno8 Pro 5G 'The Portrait Expert'. Ponsel ini dilengkapi chipset MariSilicon X, memberikan performa AI terbaik dalam mengolah foto maupun video bahkan saat kondisi minim cahaya.

OPPO Reno8 Pro 5G mampu membuat siapa pun dapat menghasilkan karya dan mengekspresikan diri tanpa batas melalui teknologi yang dimiliki, desain yang memukau dan performa paling unggul. Kamu juga bisa berpartisipasi dalam kampanye 77 Potret Anak Bangsa di Instagram OPPO Indonesia, kunjungi website resmi OPPO Indonesia untuk informasi lebih lanjut melalui tautan ini.

Simak Video "Kunker ke NTT, Jokowi Resmikan Perluasan Bandara Komodo"
[Gambas:Video 20detik]
(fhs/ega)