Anak Driver Ojol Raih Beasiswa di UK, Belajar Bahasa Inggris Sampai Nangis

Daniel Ngantung - wolipop Rabu, 23 Feb 2022 14:54 WIB
Nisa Sri Wahyuni (Foto: Dok. Pribadi) Nisa Sri Wahyuni (Foto: Dok. Pribadi)
Jakarta -

"Falling to move forward," demikian Nisa Sri Wahyuni merangkum jatuh-bangun perjalananannya meraih beasiswa di luar negeri. Meski memiliki segudang prestasi, ia harus menemui berbagai tantangan sampai akhirnya bisa berangkat ke Inggris melanjutkan studi S2 di bidang epidemiologi.

Belum lama ini, Nisa membuat orang kagum dengan kisah inspiratifnya di LinkedIn yang disertai foto dia bersama sang ayah yang berseragam ojek online (ojol) dan momen kelulusannya dari Imperial College London.

Di unggahan tersebut, ia bercerita pencapaian akademisnya mustahil terwujud tanpa dukungan penuh orangtua meski kondisi ekonomi mereka serba terbatas.

Berbincang dengan Wolipop tentang posting-an viralnya, Nisa mengungkapkan perjuangan yang harus dilalui untuk bisa kuliah di Inggris lewat jalur beasiswa. Tak jarang, perempuan 27 tahun itu terbawa emosi saking kewalahannya belajar, khususnya bahasa Inggris.

Terlahir dari keluarga yang sederhana memotivasi Nisa untuk belajar dengan tekun. Ayahnya, Sukatno, merantau ke Jakarta dari Pacitan, Jawa Timur, saat usia belia dan bekerja serabutan sebagai tukang bersih-bersih sebelum menjadi petugas keamanan di sebuah sekolah swasta. Pensiun, ia lalu mencari nafkah untuk keluarga sebagai supir ojol.

Ibunya, Sunarsih, juga perantau dari Jawa Timur, tepatnya Ngawi. Di Ibukota, ia menjadi asisten rumah tangga (ART). Baik ayah maupun ibunya hanya bisa menyelesaikan pendidikan formal sampai bangku sekolah dasar.

Nisa Sri WahyuniNisa Sri Wahyuni dan ibunya. (Foto: Dok. pribadi)

"Sebenarnya semangat Mama dan Bapak yang menginspirasiku untuk bisa menjaga amanah mereka. Karena mereka selalu bilang, walau cuma lulusan SD, mereka berharap anak-anaknya punya pendidikan lebih baik," ungkap anak tengah dari tiga bersaudari ini.

Amanah tersebut dijalani betul oleh Nisa. Berprestasi di SMA, ia mendapat beasiswa S1 dari Universitas Indonsia (UI) pada 2013 untuk mengenyam pendidikan di Fakultas Kesehatan Masyarakat.

Berbagai pencapaian kembali diraih Nisa. Mulai dari mengikuti program pertukaran pelajar internasional, juara ketiga duta kesehatan kampus, hingga juara kedua Mahasiswa Berprestasi UI.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Karier Cemerlang Anak Ojol di Organisasi Kesehatan Dunia"
[Gambas:Video 20detik]