Laudya Cynthia Bella Beberkan Tips agar Bisnis Fesyen Terus Tumbuh

Jihaan Khoirunnissa - wolipop Selasa, 16 Nov 2021 15:29 WIB
Laudya Chintya Bella Foto: Screenshoot
Jakarta -

Selain bermain film, aktris cantik Laudya Chintya Bella juga berkecimpung di dunia bisnis. Salah satunya adalah bisnis fesyen dengan nama L by LCB mewakili inisial namanya sendiri.

Bisnis ini berfokus pada busana muslimah berhijab dengan desain minimalis dan warna soft sebagai ciri khasnya. Di acara Konferensi Nasional Maju Digital oleh grup GoTo, wanita yang akrab disapa Bella ini menceritakan awal mula brand L by LCB yang berdiri tahun 2017.

"Ini adalah bisnis saya yang sekarang saya fokuskan. L by LCB mulainya tahun 2017 dan ini adalah tempat saya belajar dan berkreasi. Karena di sini semuanya otodidak. Awalnya bisnis ini sangat kecil, kita hanya berempat, terus melewati segala proses sampai sekarang bertambah dan bertambah lagi," ujarnya, Sabtu (13/11/2021).

Kala itu, Bella ingin menghadirkan alternatif busana yang nyaman, namun tetap stylish bagi muslimah. Karena menurutnya menutup aurat adalah suatu kewajiban, sehingga jangan sampai wanita sesama muslimah justru enggan mengenakan hijab karena takut nggak bisa tampil gaya. Apalagi gerah karena bahannya yang tidak menyerap keringat.

"Saya ingin semua muslimah senang menggunakan baju muslim dan pakai hijab. Saya ingin mengajak teman-teman yang baru pakai hijab, ayo, kita tetap bisa tampil cantik, nyaman, dan bisa tetap beraktivitas dengan menggunakan hijab," tuturnya.

Laudya Chintya BellaLaudya Chintya Bella

Lebih lanjut, Bella membagikan rahasia bisnis hijab dan fesyen muslimahnya bisa terus berkelanjutan.

Buat Desain Produk yang Matang

Dia menilai produk menjadi fondasi awal bisnis agar bisa sustain. Bella menyebut, dia beserta tim sangat memperhatikan setiap detail produk, mulai dari model pakaian, pemilihan bahan, sampai ke proses packing.

Beruntung, Bella memiliki support system yang baik. Tim L by LCB, lanjut dia, turut membantu dalam proses product designing. Selain itu, orang tuanya yang juga memiliki latar belakang di dunia fesyen ikut memberikan saran dan masukan.

Terbuka dengan Saran

Agar bisnis semakin bertumbuh, Bella menyebut seorang pengusaha tidak boleh menutup telinga. Namun harus bisa terbuka untuk menampung saran dari berbagai pihak, baik itu dari tim, reseller, dan lainnya.

"Ini penting banget. Saat meeting pun, kalau ada orang kasih masukan, saya harus bisa menurunkan ego untuk menerima saran dari tim. Karena itulah fungsinya tim, kita harus saling melengkapi," tuturnya.

Fleksibel dan Cepat Beradaptasi

Dia menjelaskan bisnis perlu fleksibel agar bisa cepat menyesuaikan dengan kondisi terkini. Dengan begitu, usaha fesyen bisa tetap bertahan meski di tengah situasi seperti pandemi saat ini. Dia pun menceritakan pengalaman merilis produk saat pandemi yang justru menjadi salah satu produk best seller L by LCB.

"Saya ngikutin pengalaman. Saya beli makanan online, terus panik cari mukena. Mau video call cari mukena. Saya mikir mukena kan untuk salat. Masa untuk ibadah dipakai juga untuk kegiatan lainnya. Akhirnya kita bikin hijab di rumah aja, tapi (dengan desain) yang cantik. Pakai bahan satin. Jadi kalau di rumah, suami lihat istri senang karena cantik," tuturnya.

Di samping itu, Bella juga mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan platform online, seperti marketplace. Mengingat saat ini kebanyakan aktivitas masyarakat sudah serba digital.

"Terus kita memberikan kemudahan akses supaya pembeli lebih happy untuk mendapatkan L. Salah satunya kami ada di Tokopedia," tandasnya.

Sementara itu, Chief of Corporate Affairs Grup GoTo Nila Marita mengatakan, Konferensi Nasional Maju Digital merupakan bagian dari rangkaian gerakan #BangkitBersama GoTo yang dimulai dengan inisiatif hyperlocal. Berkumpulnya para expert dan pelaku usaha dalam satu wadah konferensi nasional ini ditujukan agar para UMKM tidak hanya bisa survive selama masa pandemi, tetapi juga bisa maju atau terus tumbuh.

Menurutnya, grup GoTo melalui ekosistem Gojek, Tokopedia dan GoTo Financial terus berupaya meningkatkan daya saing usaha mikro kecil menengah (UMKM) lokal lewat pemanfaatan teknologi agar mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Diketahui, Konferensi Nasional Maju Digital yang dapat diikuti UMKM lokal secara gratis ini, disaksikan lebih dari 100.000 kali dari seluruh Indonesia secara virtual.



Simak Video "GoTo Inisiasi Gerakan #BangkitBersama untuk Dukung UMKM Lokal"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)