Intimate Interview

Perjalanan si Tomboi Grace Joselini: Puteri Indonesia Sampai Dokter Timnas

Daniel Ngantung - wolipop Selasa, 22 Jan 2019 12:37 WIB
Foto: Daniel Ngantung/Wolipop Foto: Daniel Ngantung/Wolipop

Jakarta - Grace Joselini Corlesa memaknai hidup dengan penuh kedinamisan. Dari lapangan basket hingga panggung kontes kecantikan sudah dilakoni Grace. Kini, ia tengah bersiap menjadi dokter olahraga, pekerjaan yang membuat dunia Grace tak terasa monoton.

Saat Asian Games 2018 berlangsung Agustus lalu, Grace selalu siap berada di garis terdepan untuk menangani atlet Indonesia yang cedera. Di pesta olahraga terbesar se-Asia itu, Grace masuk dalam tim dokter yang menangani para pemain sepakbola wanita Indonesia.


Dokter Grace JoseliniDokter Grace Joselini Corlesa (Foto: Daniel Ngantung/Wolipop)
Bagi Grace, menjadi salah seorang dokter timnas Indonesia adalah sebuah pencapaian yang luar biasa. Padahal, ia kala itu masih menuntakan pendidikan sebagai dokter dengan spesialisasi olahraga di Universitas Indonesia.

Perempuan 34 tahun itu bercerita, dokter adalah profesi impiannya sedari kecil walau hanya ikut-ikutan seperti anak kecil kebanyakan. "Anak kecil zaman dulu mau jadi apalagi selain dokter. Cita-cita yang mainstream banget kan? Kayaknya itu konspirasi orangtuaku juga. Mungkin mereka lihat anaknya punya potensi, maka aku diarahin lah jadi dokter," cerita Grace kepada Wolipop dalam sebuah kesempatan baru-baru ini.

Didukung penuh oleh orangtua, Grace pun meneruskan pendidikannya di bangku kuliah dengan mengambil fakultas kedokteran di Universitas Pembangunan Nasional, Jakarta.

Seperti kebanyakan mahasiswa dan mahasiswa kedokteran, Grace harus menghadapi kegalauan dalam memilih spesialisasi. Setelah berpikir matang-matang, pilihan anak kedua dari empat bersaudara ini jatuh kepada kedokteran olahraga. "Aku memang ingin profesi yang sesuai hobiku, yaitu main basket," kata Grace.


[Gambas:Instagram]

Olahraga basket tak pernah lepas dari Grace sejak masa SMP. Kecintaan Grace pada basket tumbuh lantaran sering melihat sang kakak bermain. Saking lihainya, perempuan berdarah Dayak ini kerap tergabung dalam tim untuk pertandingan antar sekolah.

Basket turut membentuk karakter Grace sebagai perempuan yang tomboi dan cuek. Maka, dunianya serasa seperti jungkir balik ketika ia berpartisipasi di ajang Puteri Indonesia 2009 sebagai perwakilan Kalimantan Timur di sela studinya.

"Mamahku sebenarnya yang pengin aku ikut Puteri Indonesia mengingat aku anak perempuan satu-satunya di keluarga. Padahal aku waktu itu tomboi banget. Pas daftar pun, usiaku mepet banget dengan batas maksimal. Tapi masih bisa masuk," kenang ibu dua anak ini.

Dokter Grace JoseliniDokter Grace Joselini (Foto: Daniel Ngantung/Wolipop)


Dari Puteri Indonesia, Grace belajar soal etiket, kepribadian, dan cara berkomunikasi. Tanpa disangka, walau gagal menyabet mahkota utama, ia pulang dengan membawa gelar finalis terbaik sepulau Kalimantan di ajang tersebut. "Doa ibu itu memang selalu ampuh ya. Hahaha," kenang Grace sambil berseloroh.

Selepas Asian Games 2018, perempuan yang mengidolakan sosok Oprah Winfrey dan Menteri Susi Pudjiastuti ini tengah sibuk menuntaskan tesisnya untuk mendapatkan gelar dokter olahraga. Di sela kesibukannya, Grace juga sering tampil sebagai pembicara gaya hidup sehat di berbagai acara.

[Gambas:Instagram]


Grace mengaku, dokter olahraga bukanlah spesialisasi yang paling difavoriti. Namun, profesi tersebut justru memberikan kebahagiaan tersendiri bagi dirinya.

"Kalau motivasinya adalah uang, ini bukan profesi yang pas. Tapi menjadi dokter olahraga itu selalu dinamis dan punya adrenalin yang berbeda-beda di setiap cabang olahraga. Sangat cocok buat orang sepertiku yang cepat bosanan dan suka tantangan," kata perempuan yang juga hobi tinju dan muay thai ini. (dtg/dtg)