Prihatin Masalah Sampah, Nadia Mulya Bikin Konten Yoga di Tumpukan TPA
Kehidupan presenter Nadia Mulya akrab dengan sampah. Peduli dengan isu lingkungan, ia tak takut berkotor-kotoran demi membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap masalah sampah.
Sejak 2015, ia bergabung dengan Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) yang bertujuan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai karena membahayakan lingkungan. Ibu empat anak ini kemudian mendapat mandat sebagai duta GIDKP.
Baca juga: 5 Cara Menjadi Selebgram Ala Nadya Mulya |
Nadia Mulya saat ditemui di kegiatan Gerakan Guna Ulang Jakarta (GGUJ) yang digelar oleh Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP). (Foto: Daniel Ngantung/detikcom) |
Pengalaman tersebut sekaligus memperluas wawasan Nadia terkait isu seputar limbah dan memperkenalkannya dengan orang-orang yang memiliki kepedulian yang sama. Dari situ, ia semakin aktif untuk terjun langsung ke lapangan dalam rangka aksi bersih-bersih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rencananya minggu depan aku mau ke Bogor untuk membersihkan sebuah sungai di sana," ujar Nadia Mulya saat ditemui seusai kegiatan Gerakan Guna Ulang Jakarta (GGUJ) yang digelar oleh GIDKP, Kamis (23/2/2023).
Terlepas dari statusnya sebagai selebriti yang identik dengan kehidupan glamor, perempuan 43 tahun ini mengaku tak pernah merasa jijik dengan sampah. Apalagi jika itu berkaitan dengan upaya membangun kepedulian bersama untuk menekan jumlah sampah.
Baru-baru ini, ia membuat konten video yang memperlihatkannya yoga di atas tumpukan sampah TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Galuga Bogor.
"Orang-orang memang bilang bahaya, tapi itu yang akan terjadi bila kita membiarkan sampah terus menumpuk. Bukan tidak mungkin kita akan yoga di atas sampah karena TPA sudah melebihi kapasitas," terang penulis buku 'Kocok' ini.
Namun, kepedulian Nadya sebenarnya sudah terpupuk sejak masa anak-anak dari kebiasaan yang diajarkan orangtuanya. "Sesederhana makanan harus dihabiskan. Dari situ kita bisa belajar jangan nyampah," katanya.
Bagi Nadia, melakoni gaya hidup ramah lingkungan sudah seperti mendarah daging. Ia mengaku, tidak akan membeli kopi jika lupa membawa botol isi ulang. "Aku juga paling jarang belanja online, karena sayang melihat plastik yang dipakai," tambahnya.
Kebiasaan tersebut lantas menurun ke anak-anak dan orang-orang di sekitarnya. "Teman-temanku dulu suka ledekin, 'Awas polisi plastik datang'. Tapi sekarang mereka malah mulai beradaptasi untuk melakukan hal yang sama," ungkap Nadia Mulya.
(dtg/dtg)
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singkat
Japandi Tak Sekadar Tren Interior, Kini Hadir Lewat Perangkat Rumah Tangga
Mau Mencuci Hijab Pakai Mesin Cuci? Simak 5 Tips Ini Biar Tetap Awet
5 Cara Sustainable Living yang Mudah Diterapkan di Rumah
4 Rekomendasi Elektronik Rumah untuk Upgrade di Awal Tahun 2026
Tanpa Disadari 5 Kesalahan Ini Bisa Bikin Kulkas Boros Listrik
Istri Ceraikan Suami Usai Lihat Bukti Perselingkuhan Dari Promosi di TikTok
Bocoran Film Jun Ji Hyun & Ji Chang Wook, Lawan Teror Zombie di Colony
Potret Menyentuh Pengantin Wanita yang Tampil Botak di Hari Pernikahan
Rihanna Gandeng Anak Elon Musk Jadi Model Lingerie untuk Koleksi Valentine












































