Instalasi Lampu Unik Sinergi Rinaldy Yunardi, Era Soekamto dan Dua Lighting

Daniel Ngantung - wolipop Kamis, 28 Okt 2021 05:30 WIB
DUA Lighting x Rinaldy A. Yunardi x Era Soekamto - Nusantara Wisdom (Foto: Dok. Dua Lighting)
Bali -

Pandemi COVID-19 bukan penghalang bagi para insan kreatif untuk tetap berkarya. Sebaliknya, api semangat untuk berkreasi semakin menyala dan melahirkan ide-ide yang segar, seperti kolaborasi lintas bidang atau industri yang belum pernah terpikirkan.

Setidaknya demikian pesan yang tersirat dari kolaborasi antara dua desainer mode ternama Tanah Air, Era Soekamto dan Rinaldy A. Yunardi, dengan seniman lighting (pencahayaan), Robby Permana Mannas dari Dua Lighting.

Era Soekamto yang pernah menjabat sebagai direktur kreatif Iwan Tirta Private Collection terkenal dengan rancangannya yang terinspirasi oleh filosofi budaya Jawa. Sementara itu, Rinaldy A. Yunardi adalah satu dari segelintir desainer aksesori Indonesia yang karyanya pernah dipakai selebriti dunia seperti Madonna, Beyonce dan Kim Kardashian.

Robby Permana Mannas, pemilik dan CEO DUA Lighting Collective, sebuah grup perusahaan di bidang pencahayaan memiliki portofolio proyek yang mencakup hotel-hotel bintang lima internasional di Bali dan Maladewa, berikut restoran berstatus Michelin Star di Singapura hingga Jerman.

Lalu apa jadinya ketika tiga seniman tersebut bersinergi dalam karya? Lahirlah art piece lighting bertemakan Dewa Nawa Sanga yang terinspirasi dari kearifan Surya Majapahit.

Karya seni ini sebenarnya dibuat secara khusus untuk Le Maison Objet Paris Exhibition yang berlangsung di Paris, Prancis, pada 2019 lalu. Namun, baru bisa diperkenalkan di Indonesia sekarang karena pandemi.

Meski tertunda, kehadirannya tetap membawa pesan yang relevan di tengah tantangan yang dipicu oleh pandemi. Menurut Robby, kolaborasi ini merupakan salah satu bukti nyata eksistensi para seniman pencahayaan.

Industri lighting selama ini dikenal sebagai subsektor ekonomi kreatif di bawah arsitektur, interior dan industri elektronik. Padahal industri pencahayaan ini membutuhkan keahlian tersendiri dan memiliki potensi yang sangat besar.

"Berdasarkan data Kemenparekraf, lighting merupakan ekspor terbesar keempat dari Bali saat pandemi," kata Robby soal mengapa industri ini perlu mendapat perhatian khusus saat jumpa pers virtual, Rabu (27/10/2021).

Ia mengatakan, industri pencahayaan di Indonesia berkembang sangat pesat dan perlu terus didorong. "Maka dari itu dibutuhkan kolaborasi bersama berbagai spektrum kreatif untuk mendapatkan hasil yang berbeda beda dan juga mendorong UKM khususnya handicraft lokal untuk diakui kualitasnya di mata dunia," ungkapnya.

Ia berharap kolaborasi ini sekaligus dapat memotivasi para seniman untuk tetap berkarya terlepas dari tantangan yang ada karena pandemi.

Bagi Era Soekamto, 'Dewa Nawa Sanga' merupakan sebuah medium untuk menyampaikan keindahan budaya Indonesia yang sarat dengan nilai-nilai kearifan lokal yang kompleks, dalam kemasan yang mudah dinikmati audiens luas.

"Nusantara wisdom bukan sesuatu yang ringan, tidak bisa dilihat dari dimensi yang dangkal, perlu kedalaman jiwa untuk memahaminya. Karya ini menjadi salah satu cara menerjemahkan hal yang abstrak ke sesuatu yang menarik tanpa menghilangkan rasa sebenarnya," kata Era.

Ia menjelaskan, Dewa Nawa Sanga merupakan simbol berdayanya insan Indonesia dalam berkarya, merupakan dasar filosofi logo kerajaan Majapahit yang mempunyai arti pemimpin yang bijaksana adalah pemimpin yang selaras dengan Tuhan, antar manusia dan senantiasa belajar dari alam semesta.

"Seperti surya yang selalu menerangi dunia, art piece ini dibuat untuk mengingatkan kita untuk senantiasa menjaga keseimbangan alam semesta ini, inilah sebaik-baiknya kontribusi manusia pada kehidupan," kata desainer anggota Ikatan Perancang Mode Indonesia ini.



Simak Video "Nuansa Gelap Poster Drakor Jisoo BLACKPINK-Jung Hae In 'Snowdrop'"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)