Riset: Ketidakharmonisan Ibu dan Anak Perempuannya Bersifat Menurun
Memiliki hubungan yang kurang harmonis dengan ibu kandung? Hati-hati, kondisi yang sama bisa terjadi terhadap Anda dengan anak sendiri. Hal tersebut diungkapkan sebuah survei terbaru yang menunjukkan bahwa bagian otak yang mengatur kedekatan ibu dengan anaknya telah terprogram di rahim dan bisa bersifat menurun. Dengan kata lain, jika seorang wanita tidak berhubungan baik dengan ibunya, dia kemungkinan besar akan kesusahan mengakrabkan diri dengan anaknya juga.
Penelitian ini merupakan riset pertama yang menunjukkan bahwa ketidakharmonisan hubungan antara anak perempuan dengan ibu mereka bisa menurun. Riset yang dilansir oleh jurnal PLOS ONE ini dilakukan pada dua grup ibu dari Rumah Sakit Liverpool di Australia. Terbukti, mereka yang memiliki masalah dalam hal pengasuhan menunjukkan dengan jelas penunurunan oksitosin dibanding mereka yang memiliki hubungan akrab dengan ibunya saat kecil.
Oksitosin sendiri dikenal sebagai 'hormon pelukan dan kepercayaan' yang diproduksi wanita selama mengandung, melahirkan, dan menyusui. Hormon ini akan menguatkan ikatan antara ibu dan bayi yang yang baru lahir sebagai aktivitas yang menyenangkan. Ikatan yang diterima si bayi ini bisa mempengaruhi kedekatan keduanya di hari yang akan datang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apa yang kami lakukan adalah mengembangkan terapi berbasis keterikatan kognitif agar para ibu dapat memperbarui perspektif dan sikap mereka untuk memperbaiki masalah." ujar Professor Valsamma Eapen dari University of New South Wales yang membawahi psikiatri bayi, anak, dan remaja.
(ami/eny)










































