ADVERTISEMENT

Sering Kontroversial, Brand Hijab Rabbani Akan Ditegur Badan Pengawas Iklan

Gresnia Arela Febriani - wolipop Jumat, 06 Jan 2023 07:00 WIB
Konten Instagram brand hijab dan busana muslim, Rabbani menjadi kontroversi di media sosial. Konten brand hijab dan busana muslim Rabbani tuai kontroversi. Foto: Dok. Instagram @rabbaniprofesorkerudung.
Jakarta -

Band hijab dan busana muslim Rabbani belum lama ini viral jadi kontroversi. Iklan mereka menuai kritik, sebab dalam kontennya menyebutkan bahwa cara berbusana wanitalah yang menjadi penyebab terjadinya pelecehan seksual.

Konten Rabbani yang kontroversial itu diunggah ke akun instagram @rabbaniprofesorkerudung. Dalam unggahan Instagram itu ada kata-kata yang menyebutkan posisi wanita yang berpakaian terbuka itu bodoh dan mengundang pria untuk berpikiran buruk.

Dalam penjelasannya, Ridwanul Karim Direktur Marketing Rabbani mengatakan, konten pemasaran yang dibuat oleh Rabbani tidak melulu bicara soal produk. Namun juga menyelipkan unsur edukasi yang memiliki nilai manfaat dan dakwah. Menurutnya, untuk konten yang sedang ramai menjadi perbincangan di Instagram Rabbani sendiri adalah jenis konten edukasi yang memang sering dibuat oleh Rabbani.

"Itu postingan di IG (Instagram) kita, itu bervariatif ada yang sifatnya edukasi, kajian dan memang produk. Kalau postingan ini masuknya ke postingan edukasi, makanya bentuknya pertanyaan kan," kata Karim saat dikonfirmasi detikJabar di Trans Luxury Hotel Bandung, Jumat (30/12/2022). KLIK DI SINI untuk membaca penjelasan dari Rabbani.

Konten Instagram brand hijab dan busana muslim, Rabbani kembali menjadi kontroversi di media sosial.Konten Instagram brand hijab dan busana muslim, Rabbani kembali menjadi kontroversi di media sosial. Foto: Dok. Instagram @rabbaniprofesorkerudung.

Dan bukan iklan yang menyalahkan korban pelecehan seks saja Rabbani menjadi sorotan. Brand asal Bandung tersebut sudah sering menuai kritik dari warganet. KLIK DI SINI untuk membaca deretan kontroversi Rabbani.


Rabbani Akan Kena Tegur Badan Pengawas Iklan

Menanggapi iklan Rabbani yang jadi kontroversi, Susilo Dwi Hatmanto sebagai Ketua Badan Pengawas Periklanan (BPP) dan Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) mengatakan akan mengirimkan surat resmi untuk Rabbani. Surat tersebut berupa teguran karena BPP prihatin dengan iklan tersebut.

"Belum (mengirimkan surat) di situ saya tulis akan. Dari penasihat BPP minta untuk melibatkan P3I, MUI, Kominfo dan lain-lain. Tapi kami usahakan untuk mengirim surat secepatnya minggu ini," kata Susilo kepada Wolipop, Kamis (5/1/2023).

Susilo juga memberikan keterangan atas keluhan publik tentang iklan Rabbani. "BPP sangat prihatin dengan iklan tersebut. BPP memandang bahwa iklan tersebut berpotensi melanggar etika beberapa pasal kitab Etika Pariwara Indonesia," ungkap Susilo.

Susilo menjelaskan pasal yang terkait dengan iklan brand hijab Rabbani:

Pasal 1.7.1. : Iklan dilarang mengeksploitasi ritual agama dan hal-hal lain yang berhubungan dengan agama.

Pasal 1.8 " Iklan tidak boleh menimbulkan atau mempermainkan rasa takut, ataupun menyuburkan kepercayaan orang terhadap takhayul.

Pasal 3.2. : Iklan tidak boleh melecehkan, mengeksploitasi, mengobyekkan, atau mengornamenkan perempuan sehingga memberi kesan yang merendahkan kodrat, harkat, dan martabat perempuan.

Pasal 3.3.6 : Bahwa tidak boleh terdapat kesan penggunaan istilah atau ungkapan yang dapat disalah artikan atau yang dapat menyinggung perasaan sesuatu jender, ataupun yang mengecualikan salah satunya.

BPP yang akan memberikan surat teguran pada Rabbani adalah badan yang menangani etika periklanan dan dibentuk oleh Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I), asosiasi yang menaungi perusahaan periklanan di Indonesia. "BPP akan mengeluarkan surat teguran resmi atas iklan tersebut. BPP akan meminta pihak Rabbani untuk lebih hati-hati dalam membuat iklan ataupun konten di media sosial," tutup Susilo.

(gaf/eny)