Doa Setelah Akad Nikah Arab, Latin, dan Artinya

Tim detikcom - wolipop Minggu, 31 Jan 2021 18:30 WIB
ilustrasi menikah Doa Setelah Akad Nikah Arab, Latin, dan Artinya. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta -

Doa setelah akad nikah bukan saja doa yang diucapkan mempelai dan hadirin yang datang. Doa itu ada juga yang diucapkan suami kepada istrinya yang baru dia nikahi.

Untuk apa membaca doa setelah nikah? Hal ini agar diberi kemudahan oleh Allah dalam mendidik dan menemani hidupnya.

Isi doa setelah akad nikah adalah berlindung kepada Allah dari keburukan sifat pasangan. Selain itu meminta Allah segala kebaikan yang dimiliki pasangan.

Berikut doa setelah akad nikah dilansir dari buku 'Akad: Alhamdulillah Kita Akhirnya Dipersatukan' karya Sobar D. Prabowo.


اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهَا وَخَيْرِ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ ، وَأَعُوْذَ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ

Latin:

Allahumma inni as aluka khoyrohaa wa khoyro maa jabaltahaa alaih. Wa a'udzubika min syarri haa wa min syarri maa jabaltahaa alaih.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepadaMu kebaikannya dan kebaikan yang Engkau ciptakan atasnya dan aku berlindung kepadaMu dari kejelekan atas yang Engkau ciptakan." (HR Abu Dawud, Ibnu Majah).

Sebelum membaca doa setelah akad nikah, sang suami mendatangi istrinya untuk mengusap ubun-ubun sang istri. Setelah itu dilanjutkan dengan sholat sunnah dua rakaat.

Hal ini bisa dilakukan dalam keadaan sudah agak tenang dan tamu sudah sedikit berkurang.

Lalu ketika malam pertama, kalau kemudian ingin menjimak istri, sebelum berjimak dianjurkan membaca doa ini:


بِسْمِ اللهِ اَللّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

Tulisan latin: "Bismillah, Allahumma jannibnaassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa".

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari anak yang hendak Engkau berikan sebagai rezeki bagi kami."

Sungguh jika Allah menakdirkan mereka dikaruniai putra dari hubungan tersebut, selamanya setan tidak bisa mencelakainya. (HR Bukhari dan Muslim).

(nwy/erd)