Dulu Susah Cari Kerjaan, Kini CEO Wardah Raih Gelar Doktor Kehormatan ITB

Silmia Putri - wolipop Kamis, 25 Apr 2019 08:38 WIB
CEO Wardah Nurhayati Subakat. Foto: Dok. Wardah CEO Wardah Nurhayati Subakat. Foto: Dok. Wardah

Jakarta - Nurhayati Subakat mendirikan perusahaan kosmetik rumahan pada tahun 1985. Brand pertamanya adalah Putri, produk kecantikan yang dikhususkan untuk kebutuhan salon. Selanjutnya ia mendirikan Wardah, kosmetik halal pertama di Indonesia yang kini berhasil menjadi leading beauty brand di Indonesia.

Sukses dengan Wardah, ia mendirikan Make Over pada tahun 2010 dan Emina pada tahun 2015. Seluruh brand kenamaan itu dikumpulkan di bawah PT Paragon Technology and Innovation yang kini sudah memiliki 11 ribu karyawan yang tersebar di penjuru Nusantara.

Tak hanya sukses berbisnis, Nurhayati bersama tim Paragon Technology and Innovation mengkampanyekan projek-projek sosial. Beberapa di antaranya adalah penyediaan beasiswa untuk kaum dhuafa hingga penyediaan air bersih di Sumba.

Keberhasilan Nurhayati Subakat dalam mengelola bisnis sekaligus mengembangkan ilmu kecantikan membawanya menjadi perempuan pertama yang dianugerahi Doktor Kehormatan (Honoris Causa) dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Penganugerahan itu secara resmi diberikan pada Jumat (5/4/2019) di Bandung.



Ibu tiga anak ini mengenyam pendidikan di ITB pada tahun 1970. Ia menjadi lulusan terbaik Sarjana Farmasi ITB tahun 1975 dan lulusan terbaik Apoteker ITB 1976. Prestasinya sudah ia rintis sejak masih duduk di bangku kuliah.

"Hari ini adalah sesuatu yang saya impikan saat pertama kali menginjakkan kaki di ITB. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih. Karena pencapaian hari ini tidak akan terwujud tanpa dukungan banyak pihak," ungkap Nurhayati Subakat di acara Inspirasi Perempuan untuk Indonesia yang dihelat Rabu, (24/4/2019) di Fairmount Hotel, Jakarta.

Untuk berada di titik ini, tentu tak mudah baginya. Siapa sangka, setelah lulus kuliah ia sempat kesulitan mencari pekerjaan. Hal ini menjadi salah satu titik tersulit dalam hidupnya.

Dulu Susah Cari Kerjaan, Kini CEO Wardah Raih Gelar Doktor Kehormatan ITBCEO Wardah Nurhayati Subakat mendapat gelar kehormatan ITB. Foto: Silmia Putri/Wolipop
"Tapi sekarang saya bersyukur dulu susah cari kerjaan. Kalau nggak gitu, saya nggak bisa mendirikan perusahaan ini," terangnya.

Kehebatan wanita kelahiran tahun 1950 ini diakui oleh mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara sekaligus teman dekatnya, Dahlan Iskan. Hadir di acara yang sama, Dahlan Islan mengungkap kekagumannya pada Nurhayati Subakat.

"Pengusaha besar adalah pendidik yang baik. Ibu Nurhayati ini sangat mampu dan pintar menarasikan semua tanggung jawab kepada karyawan," puji Dahlan Iskan kepada Nurhayati Subakat.

Brand Ambassador Wardah, Dewi Sandra yang juga ikut hadir pada acara tersebut juga mengungkap rasa bangganya kepada Nurhayati. Bintang film Ayat-ayat Cinta 2 itu mengaku banyak belajar dari founder PT Paragon Technology and Innovation itu.

"Ibu Nur ibu kita semua, penuh dengan cahaya. Senyumnya tidak pernah lepas. Ibu selalu mengajarkan kita bahwa iman di atas segala-galanya," ungkap Dewi Sandra.

Sebelum meraih Doktor Kehormatan, Nurhayati Subakat pernah meraih banyak penghargaan dari berbagai pihak. Beberapa di antaranya adalah Penerima Anugerah Kepemimpinan Perempuan Indonesia 2015 dan Gabesha Championship Award 2015 dari ITB. Ia juga menjadi satu dari dua wanita Indonesia yang masuk ke dalam 25 besar pebisnis wanita yang memiliki dampak besar di dunia bisnis Asia versi majalah Forbes 2018.
Dulu Susah Cari Kerjaan, Kini CEO Wardah Raih Gelar Doktor Kehormatan ITBFoto: Silmia Putri/Wolipop

(sil/ami)