Pameran Fashion Muslim di Jerman Tuai Kontroversi, Hijab Disebut Penindasan

Silmia Putri - wolipop Jumat, 12 Apr 2019 11:31 WIB
Contemporary Muslim Fashion. Foto: Dok. Modanisa Contemporary Muslim Fashion. Foto: Dok. Modanisa

Jakarta - Ekshibisi fashion muslim bernama Contemporary Muslim Fashions digelar di Museum Angewandte Kunst, Frankrut Jerman pada 5 April - 5 September 2019. Acara ini merupakan kali kedua setelah sebelumnya sukses dihelat di M.H. de Young Memorial Museum, San Fransisco pada September 2018.

Contemporary Muslim Fashions menyajikan puluhan gaya busana 'modest' dari berbagai negara. Beberapa desainer Indonesia seperti Dian Pelangi dan label I.K.Y.K pernah ikut memajang karya pada acara Contemporary Muslim Fashions di San Fransisco.

Namun, ekshibisi yang digelar di Jerman tidak berjalan lancar. Baru dibuka awal April 2019 lalu, acara ini menuai kontroversi. Pihak acara mengaku menerima banyak email dan surat berisi protes dan kekecewaan.


Pameran Fashion Muslim di Jerman Tuai Kontroversi, Hijab Disebut PenindasanDian Pelangi saat pemotretan bersama Halima Aden untuk Contemporary Muslim Fashions di San Fransisco. Foto: Dok. Instagram/DianPelangi

Dilansir dari DW, beberapa pihak mengaitkan acara tersebut dengan isu hijab di Iran. Iran mewajibkan seluruh warga perempuan untuk memakai hijab. Beberapa aksi lepas hijab pernah dilakukan oleh para wanita muslim di sana.


Tak sedikit dari mereka yang menganggap hijab sebagai simbol penindasan. Hal ini diungkap dengan jelas dalam sebuah surat dari komunitas yang menamakan diri sebagai "Migrants for Secularity and Self-Determination"

"Setiap tahun, ada ribuan wanita di Iran yang dihukum karena 'dress code' ini," tulis perwakilan komunitas tersebut dilansir dari DW.

Jill D'Alessandro sebagai kurator acara mengungkap ekshibisi ini jauh dari pemikiran tersebut. Justru, acara ini memamerkan variasi busana muslim yang cantik, fashionable, dan jauh dari kesan penindasan.

"Kami ingin menawarkan perspektif baru dalam fashion yang sangat menarik dan selama ini diabaikan oleh dunia Barat," ungkap Jill dilansir dari About Islam.

Meski menerima banyak kritik, ekshibisi ini tetap berlangsung hingga September 2019 nanti. Ada sekitar 76 busana dari berbagai negara yang bisa menginspirasi pecinta fashion di Jerman, tidak hanya umat muslim saja.
(sil/sil)