Senin, 17/09/2018 18:20 WIB

6 Desainer Indonesia akan Pamer Karya di Pameran Mode Muslim Terbesar AS

Alissa Safiera - wolipop
6 Desainer Indonesia akan Pamer Karya di Pameran Mode Muslim Terbesar AS Desainer busana muslim Rani Hatta di butiknya. Foto: Intan Kemala Sari/Wolipop
Jakarta - Cita-cita Indonesia menjadi kiblat modest fashion dunia tampaknya semakin dekat. Di bulan ini, enam desainer busana muslim Indonesia akan terbang ke Amerika Serikat demi mengikuti pameran mode muslim pertama dan terbesar di dunia, Contemporary Muslim Fashions di San Francisco.

Pameran fashion dan seni ini akan mengangkat gaya berpakaian wanita musim yang kompleks dan beragam dari seluruh dunia. Pameran pun akan dihelat di salah satu museum ternama Amerika, De Young Museum, Fine Arts Museum of San Fracisco.

"Ini sebuah prestasi untuk semua pihak yang punya andil memajukan modest fahion di Indonesia. Pameran ini menghighlight busana muslim seluruh dunia. Ada dari Turki, Mesir, Jepang, Malaysia, dan lainnya," kata Dian Pelangi di Harlequin Bistro, Jakarta Selatan, Senin (17/9/2018).
Dian Pelangi berfoto bersama model hijab Halima Aden. Foto: Dok. Instagram/DianPelangi

Enam desainer Indonesia pun terpilih di antara 52 negara lainnya di dunia yang ikut meramaikan pameran ini. Adalah Dian Pelangi, Itang Yunasz, Khanaan, Rani Hatta, NurZahra dan IKYK yang akan mewakilkan modest fashion Indonesia di mata dunia.

Hampir 2 tahun para desainer dikurasi untuk membuktikan kelayakan tampil di pameran tersebut. Para kurator pun adalah orang yang ahli di bidang ini, misallnya Jill D'Alessandro dan Laura L Camerlengo, serta Reina Lewis, Profesor studi Budaya di London College of Fashion sebagai konsultan.

"Saya dihubungi oleh Jill sekitar dua tahun yang lalu. Dia datang ke kantor saya beberapa kali, lihat cara kerja saya, mau tahu bagaimana brand ini bekerja," ungkap Itang Yunasz mengenai proses kurasinya.
Desainer Itang Yunasz setelah presentasi show koleksi terbaru. Foto: dok. Itang Yunasz

Tiap desainer terpilih memiliki gaya rancangan yang berbeda. Ini pun dilihat selama proses kurasi berlangsung.

"Yang dilihat adalah desainer yang menghasilkan karya otentik. Karakteristik sendiri. Mana yang punya cerita, history sendiri. Mereka juga cari yang kontemporer, jarang ditemui," tambah Dian yang akan menbawa tiga karyanya ke pameran itu.

Contemporary Muslim Fashions berlangsung pada 22 September 2018 hingga 7 Januari 2019 di Museum De Young, Amerika Serikat. Pameran akan berlanjut ke Museum Frankfurt Angewandte Kunst hingga Juli tahun depan.

"Perjalanan ini jadi satu kebanggaan yang tak bisa ternilai. Karena ini sesuatu yang menyangkut agama yang saya anut tapi itu sekarang bisa diterima semua. Mereka menghargai begitu hebatnya tentang busana muslim ini. Indonesia punya sesuatu yang sangat kuat tentang ini. Saya menganggap ini satu kehormatan," tutup Itang. (als/hst)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com,
Telepon 021-7941177

Wolipop's Social Media

@ redaksi@wolipop.com