Seperti Ini Hasil Karya Siswi Sekolah Fashion Muslim Pertama di Indonesia

Silmia Putri - wolipop Kamis, 19 Apr 2018 18:51 WIB
Fashion show siswi Islamic Fashion Institute di Muffest 2018. Foto: Silmia Putri/Wolipop Fashion show siswi Islamic Fashion Institute di Muffest 2018. Foto: Silmia Putri/Wolipop

Jakarta - Keseriusan Indonesia menggarap fashion muslim Tanah Air semakin terlihat. Selain banyak desainer busana muslim yang menampilkan hijab di runaway internasional, edukasi mengenai fashion busana muslim pun terus digalakkan.

Dua tahun lalu, sekolah fashion muslim pertama di Indonesia, Islamic Fashion Institute (IFI) didirikan. Tiga desainer yang menjadi pencetus sekolah ini adalah Irna Mutiara, Nuniek Mawardi, dan Deden Siswanto.

"Yang membedakan sekolah fashion ini dengan sekolah fashion lain secara garis besar adalah konsep. Tentu karena kita membawa nama muslim, kita harus memperhatikan syariat dalam busana yang dibuat," ungkap Deden Siswanto kepada Wolipop pada acara press conference yang diadakan di Jakarta Convention Center, Jakarta hari Kamis (19/04/2018).

Baca Juga: Irna Mutiara Ungkap Prediksi Tren Busana Muslim 2019

Fashion show siswi Islamic Fashion Institute di Muffest 2018.Fashion show siswi Islamic Fashion Institute di Muffest 2018. Foto: Silmia Putri/Wolipop


Tahun ini, 10 siswi IFI ikut memamerkan karyanya di perhelatan fashion show busana terbesar di Indonesia, Muslim Fashion Festival (MUFFEST) 2018. Mereka menggelar karyanya pada Kamis (19/04/2018) di Jakarta Convention Centre.

Kesepuluh siswi IFI membawa tema De Brevitate Vitae yang berarti "dalam kehidupan yang singkat". Terbagi menjadi tiga era yaitu; Masa Lampau, Masa Kini, dan Masa Depan, tema ini terinspirasi dari Alquran Surat Al Mu'min ayat 39 yang berbunyi, "Wahai sesungguhnya kehidupan ini hanyalah kesenangan (sementara), dan akhirat itulah negeri yang kekal."

Baca Juga: Karya Deden Siswanto Hingga Siswi SMK Eksis di Muslim Fashion Festival

Fashion show siswi Islamic Fashion Institute di Muffest 2018.Fashion show siswi Islamic Fashion Institute di Muffest 2018. Foto: Silmia Putri/Wolipop


Seluruh penampilan karya siswi IFI mengangkat busana yang longgar, dengan hijab yang panjang. Salah satu contohnya adalah tema Jong Chuan yang diangkat oleh Sherly Azzahra. Meski mengangkat budaya Tiongkok, Sherly tetap mengedepankan kesopanan dalam potongan busana hingga gaya hijab para modelnya.

"Kami harap pelanggan tidak hanya tampil modis, tapi juga merasakan ada unsur dakwah dalam desain yang ditawarkan," tutur Sherly.

Fashion show siswi Islamic Fashion Institute di Muffest 2018.Fashion show siswi Islamic Fashion Institute di Muffest 2018. Foto: Silmia Putri/Wolipop


Selain busana syar'i, para siswi juga dituntut untuk mengembangkan faktor lain dari fashion seperti tren, teknik jahit, hingga pentingnya eco-fashion. Contohnya adalah karya Anita Yuni yang memanfaatkan limbah buah naga dari UKM pengolahan snack untuk menjadi pewarna alami koleksinya.

Peragaan busana ini menjadi ujian akhir bagi para siswi IFI batch 3 untuk bisa lulus. Sekolah ini masih terbuka untuk siapa saja, baik yang sudah memiliki latar belakang pendidikan fashion ataupun belum untuk bersama-sama meningkatkan kualitas busana muslim di Indonesia.


(sil/eny)