Hari Kartini 2026
Viral Kartini Masa Kini: Lulusan S-2 Ini Tak Gengsi Jadi Tukang Jagal Ayam
Di tengah hiruk pikuk perayaan Hari Kartini yang identik dengan kebaya dan emansipasi di ranah korporat, sebuah kisah yang mendefinisikan ulang makna perjuangan wanita masa kini jadi sorotan warganet.
Ini adalah kisah tentang Meta Mita, seorang wanita tangguh lulusan S2 Pendidikan Bahasa Indonesia dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Jauh dari dunia akademisi atau bangku dosen, unggahan di akun Instagram miliknya, @metamitaa, justru memperlihatkan sisi kesehariannya yang penuh keberanian, yaitu menjadi seorang tukang jagal ayam.
"Hei S2 Pendidikan Bahasa Indonesia UNESA, Sekarang saya jadi tukang jagal ayam," tulis postingan akun Instagram @metamitaa & @eraciptagroup.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan celemek plastik dan sarung tangan, Meta tidak canggung bergelut dengan ratusan ayam segar, sebuah pemandangan yang kontras dengan gelar magister yang disandangnya. Lebih dari itu, kisah Meta adalah potret Kartini modern yang menembus batas stigma dan gengsi demi kemandirian ekonomi. Pilihan kariernya menunjukkan bahwa esensi Kartini masa kini bukan lah pada seragam atau tempat bekerja, melainkan pada keberanian untuk mengambil peluang dan ketangguhan untuk berjuang demi masa depan yang lebih baik.
Unggahan Meta yang memperlihatkan kesehariannya seorang lulusan S-2 yang bekerja sebagai tukang jagal ayam ini pun viral dibanjiri komentar netizen.
"Kak.. kalo kakak gak kuliah, gak akan sanggup menjalani pekerjaan itu . justru karna kakak berpendidikan, makanya kakak mampu menghargai pekerjaan apapun itu . Karna pekerjaan dan pendidikan adl 2 hal berbeda," ujar pengguna Instagram @reza_rofikhanza.
"The real tujuan berpendidikan tinggi bukan semata untuk karier di kantoran. Terus menyala mba 🔥 banyak kok di luar negeri berpendidikan tinggi tp tetap milih berwirausaha, halal yg utama 😍," saut akun @michan_91.
"Eh ini saldonya banyaakk loh. bayangin aja tiap orang makan ayam tiap hari, belum lagi yg buka usaha ayam goreng ayam sundaan semua butuh ayam, dan ini berjalan tiap hari gak 1 2 orang yg beli bayangin ajaaaaaa🔥," takjub akun @aqillahaliffah.
Konfirmasi Wolipop
Inspirasi Hari Kartini: Meta Mita, lulusan S2 Bahasa Indonesia Unesa yang tak gengsi jadi tukang jagal ayam. Bukti ketangguhan wanita demi kemandirian! Foto: Dok. Instagram @metamitaa & @eraciptagroup. |
Di balik video viral tersebut, Meta Paramita N.A (27 tahun), wanita asal Lamongan ini ternyata memiliki latar belakang akademis yang mentereng. Ia merupakan lulusan S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UIN Jakarta yang kemudian melanjutkan studi S2 Pendidikan Bahasa Indonesia di Universitas Negeri Surabaya (UNESA).
Meski menyandang gelar Magister Pendidikan, Meta kini disibukkan dengan operasional usaha pemotongan ayam miliknya yang diberi nama "Era Cipta", sekaligus aktif sebagai content creator. Keputusannya banting setir dari dunia pendidikan ke pasar sempat memicu beragam reaksi dari netizen.
"Mungkin beberapa orang menyayangkan hal tersebut, namun saya tidak pernah menganggap hal-hal baik yang hadir dalam hidup saya untuk disayangkan atau disesali. Selain berkecimpung di pemotongan, saya juga fokus bekerja di aplikasi TikTok dengan membuka jasa endorsement. Mulai dari Januari 2024 saya menerima kerjasama dengan beberapa brand. Dua pekerjaan itu benar-benar saya cintai," ungkap Meta kepada Wolipop.
Sempat Mengajar dan Sumbangkan Seluruh Gaji
Inspirasi Hari Kartini: Meta Mita, lulusan S2 Bahasa Indonesia Unesa yang tak gengsi jadi tukang jagal ayam. Bukti ketangguhan wanita demi kemandirian! Foto: Dok. Instagram @metamitaa & @eraciptagroup. |
Sebelum fokus mengelola ayam dan media sosial, Meta sebenarnya sudah mencicipi dunia keguruan. Ia tercatat pernah mengajar di pondok pesantren SMP-MA Darun Nuhad dan MTs Darul Ulum Petiyin.
Menariknya, saat masih berstatus sebagai guru, Meta melakukan aksi mulia dengan menyisihkan pendapatan pribadinya untuk pendidikan siswanya.
"Perlu diketahui sebelumnya juga saya sempat mengajar di pondok dan sekolah swasta. Ketika mengajar di MTs saya menyumbangkan seluruh gaji saya untuk siswa yang kurang mampu, guna menutup kurangnya SPP atau biaya sekolah lainnya. Namun dengan berat hati saya tidak melanjutkan mengajar sebab kegiatan di luar mengajar sangat full dan tidak cukup untuk membagi waktu saya," jelas wanita yang tinggal di Lamongan, Jawa Timur itu.
Keputusan Meta untuk totalitas berbisnis pun mendapat restu penuh dari keluarga. Baginya, dukungan moral dari orang tua adalah modal utama dalam menjalankan usaha "Era Cipta" yang kini ia geluti.
"Orang tua saya sangat support akan kerjaan yang saya pilih. Pendidikan, pekerjaan, atau hal lain yang menjadi pilihan saya. Asal bisa bertanggungjawab dengan pilihan tersebut," tambahnya.
Berjuang Menemukan Keberuntungan
Inspirasi Hari Kartini: Meta Mita, lulusan S2 Bahasa Indonesia Unesa yang tak gengsi jadi tukang jagal ayam. Bukti ketangguhan wanita demi kemandirian! Foto: Dok. Instagram @metamitaa & @eraciptagroup. |
Membangun usaha pemotongan ayam tentu bukan tanpa tantangan. Meta mengaku sering menghadapi hambatan operasional, namun ia memilih untuk menghadapinya dengan kepala dingin dan keterbukaan.
"Kesulitan pasti ada, tidak mungkin pemotongan Era Cipta bisa berdiri dengan mulus tanpa hambatan. Namun untuk hambatan-hambatan yang telah ada, selalu saya diskusikan bersama keluarga, serta meneliti apa yang menjadi masalah di pemotongan Era Cipta," tutur Meta.
Melalui kisahnya, Meta ingin berpesan kepada generasi muda agar tidak takut untuk menentukan jalan hidupnya sendiri, meski jalan tersebut tidak sesuai dengan ekspektasi orang banyak atau latar belakang pendidikannya.
"Untuk kehidupan yang stabil, memang memerlukan banyak pengorbanan. Saya yakin banyak generasi muda di luar sana yang kreatif dan beruntung, namun tidak menutup pula masih banyak yang berjuang. Mari tetap berjuang untuk menemukan keberuntungan," pungkasnya.
(gaf/gaf)















































