Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Viral Verificator

Viral Dokter dan Doktor Lulusan Luar Negeri Pilih Nikah Sederhana di KUA

Gresnia Arela Febriani - wolipop
Jumat, 13 Feb 2026 07:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Viral! Pasangan lulusan bergelar Doktor & Dokter pilih nikah di KUA. Ogah gengsi, mereka pilih simpan uang untuk masa depan & lanjut S3. Simpel tapi tetap sah!
Foto: Dok. akun Instagram @syalsasenja & @nikkoakbar
Purwakarta -

Viral kisah inspiratif pasangan akademisi yang memilih untuk melangsungkan pernikahan secara sederhana di Kantor Urusan Agama (KUA). Keduanya menikah tanpa menggelar acara yang mewah dan jauh dari kesan glamour.

Melalui unggahan akun Instagram @syalsasenja & @nikkoakbar, pasangan ini membuktikan bahwa latar belakang pendidikan tinggi dan karier cemerlang tidak lantas membuat mereka terjebak dalam gengsi pesta mewah yang berlebihan.

"Juara 1 mengubah standar dokter dan doktor lulusan luar negeri #nikahKUA," tulis keterangan video akun Instagram @syalsasenja & @nikkoakbar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasangan yang bertemu saat menuntut ilmu di China ini mengungkapkan bahwa kemandirian menjadi alasan utama mereka memilih konsep #NikahKUA. Terbiasa hidup mandiri secara finansial sejak masa kuliah lewat beasiswa dan usaha sendiri, mereka lebih memilih untuk mengalokasikan dana secara bijak. Alih-alih menghabiskan tabungan untuk pesta besar di saat jadwal pendidikan masih padat, mereka sepakat untuk menabung uang tersebut demi masa depan yang lebih matang.

ADVERTISEMENT

Meski memilih prosesi yang simpel dan sakral hanya bersama keluarga inti, bukan berarti mereka enggan menggelar resepsi. Dalam keterangan unggahannya, Syalsa menjelaskan bahwa resepsi tetap akan dilaksanakan setelah ia menyelesaikan studi S3 di Beijing dan suami, Nikko, menetap untuk bekerja di Bandung, Jawa Barat.

Bagi mereka, esensi pernikahan terletak pada keabsahan secara agama dan negara, serta kenyamanan dalam mengatur prioritas hidup tanpa harus merasa malu mengikuti tren kesederhanaan.

"Ga nyangka ke sana-kemari, eh jodohnya ketemu di China 🇨🇳
Di negeri tempat aku menuntut ilmu-selain dapet gelar, beneran dapet jodoh 😆

Kenapa nikah di KUA?
Karena dari dulu kami memang terbiasa mandiri.
Hidup mandiri, finansial mandiri.
Menang lomba? Ditabung.
Punya usaha? Jalanin sendiri.
Kuliah? Alhamdulillah selalu dapat beasiswa ✨

Gak mau resepsi? Mau banget! 🤍
Tapi bukan sekarang. Uangnya kami tabung dulu.
Aku lanjut beresin S3 dan balik ke Beijing 🇨🇳,
mas Nikko balik Bandung buat kerja.
InsyaAllah setelah lulus, kami undang kalian semua buat resepsi ✨

Kenapa KUA?
Karena simpel, sakral, cuma keluarga.
2 jam selesai + foto-foto 🤍
Lagi tren juga kan nikah simpel tapi penuh makna 😉

Boleh banget share video ini ke ortu atau calon mertua
yang pengen nikahan darderdor undang 5000 orang 😂
Doktor kandidat dan Dokter lulusan luar negeri aja nikahnya di KUA kok 🤗 dan engga malu, yang penting SAH💖 #NikahKUA," tulis keterangan postingan akun Instagram @syalsasenja & @nikkoakbar.

Pasangan ini tampil dengan gaya minimalist-elegan yang memadukan sentuhan tradisional Indonesia dan modern. Mempelai pria tampak rapi mengenakan busana bergaya Melayu/Betawi modern berwarna putih tulang yang dilengkapi dengan kain songket perak di pinggang.

Sementara pengantin wanita tampil anggun dalam balutan kebaya brokat putih panjang bermotif floral dengan bawahan kain batik yang senada, dipermanis dengan kerudung transparan (veil) yang simpel.

Postingan pasangan yang menikah di KUA ini langsung viral dan sudah ditonton lebih dari 3,8 juta kali. Warganet rata-rata ikut kagum dan memberikan ucapan selamat.

"Mari menormalisasikan menikah di KUA saja. Uang resepsi bisa digunakan utk keperluan RT yg lainnya. 😁 sakinah mawadah warohmah ya kalian. 👍🏽," kagum pengguna Instagram @ayuubi_ali.

"Sederhana tapi gak semua orang bisa 🙌🔥 Selamat mbak doktor dan mas dokter, bahagia selalu ❤️," saut @faiqahnurazizah.

"Happy wedding Nikko & istri. Seneng lihat konten positifnya bikin anak muda sadar kalau pinter itu penting😍," timpal akun @ekakristalia.


Konfirmasi Wolipop


Kepada Wolipop, pengantin wanita Qonidah Salsabila Senja atau yang akrab disapa Salsa (28 tahun), menjelaskan bahwa keputusan menikah di KUA muncul setelah mempertimbangkan efisiensi antara biaya dan status hubungan.

"Awalnya kami berencana hanya tunangan, karena setelah itu kami akan menjalani LDM-saya harus kembali ke Beijing untuk menyelesaikan studi. Tapi setelah dipikirkan lagi, tunangan juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan hanya bersifat selebrasi, tanpa ikatan sah secara agama maupun hukum. Akhirnya kami memutuskan untuk langsung menikah dengan akad saja," ungkap Salsa kepada Wolipop.

Bersama suami, dr. Nikkolai Ali Akbar Velayati (29 tahun), Salsa mengaku bahwa kemandirian finansial yang mereka bangun sejak masa kuliah menjadi landasan utama. Sebagai dokter pertama di keluarga masing-masing, mereka terbiasa berjuang lewat jalur beasiswa. Keputusan ini pun disambut hangat oleh keluarga di Purwakarta, Jawa Barat.

"Saat orang tua mengetahui kami memilih menikah di KUA, Alhamdulillah mereka langsung setuju. Orang tua sudah merasa bangga dengan kami dan bahkan mengatakan bahwa keputusan ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang-karena yang terpenting bukanlah pesta, melainkan kehidupan setelah menikah. Daripada berhutang, lebih baik menjalani pernikahan dengan sederhana namun bermakna," tambahnya.

Akad nikah yang berlangsung pada 6 Februari 2026 di KUA Purwakarta, Jawa Barat, tersebut memang jauh dari kesan mewah, namun sangat terukur. Pasangan ini lebih memilih mengalokasikan dana untuk aset nyata dibandingkan pesta satu hari.

"Alhamdulillah, budget yang tidak digunakan untuk resepsi kami alokasikan untuk kebutuhan yang lebih prioritas. Saat ini kami sudah memiliki mobil dan tabungan untuk rumah. InsyaAllah, kami tetap berencana mengadakan resepsi sederhana setelah saya menyelesaikan studi S3 dan kembali ke Indonesia untuk mengabdi," jelas Salsa.

Bagi pasangan akademisi ini, status "prestisius" di media sosial tidak harus dibayar dengan kerumitan acara yang menguras energi. "Dengan kehidupan yang sudah cukup kompleks, kami memilih untuk tidak menambah keruwetan dengan resepsi berlebihan yang justru menimbulkan kepusingan yang tidak perlu. Kami berharap, video ini bisa menjadi inspirasi-bahkan boleh dibagikan kepada orang tua atau calon mertua yang masih berpikir bahwa pernikahan harus selalu 'darderdor'," tutupnya.

(gaf/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads