Liputan Khusus Hijabers Peraih Medali

Gagal Jadi TNI, Atlet Terbang Layang Berhijab Ini Raih Medali Emas PON Papua

Gresnia Arela Febriani - wolipop Minggu, 17 Okt 2021 07:00 WIB
Joshan Dwanisya atlet terbang layang yang meraih medali emas . Foto: Dok. Pribadi Joshan Dwanisya. Joshan Dwanisya atlet terbang layang yang meraih medali emas . Foto: Dok. Pribadi Joshan Dwanisya.
Subang -

Sudah kenal dengan Joshan Dwanisya, wanita berhijab yang sukses meraih medali emas PON Papua dari cabang olahraga terbang layang? Kalau belum, yuk kenalan dengan Joshan yang akan berbagi kisah perjuangannya hingga bisa meraih medali emas.

Joshan Dwanisya adalah atlet terbang layang yang berasal dari Subang, Jawa Barat. Hijabers yang akrab disapa Sasha ini menceritakan perjalanan kariernya dari yang awalnya ingin menjadi tentara malah kemudian beralih sebagai atlet.

Setelah lulus SMA, Sasha yang saat itu berusia 17 tahun, sengaja tidak melanjutkan kuliah atau kegiatan lainnya selama satu tahun. Dia melakukan itu karena jika sudah genap 18 tahun ingin mendaftar menjadi anggota TNI AD.

"Tapi aku gagal di pusat dan akhirnya pulang. Setelah itu aku coba daftar lagi yang kedua namun gagal lagi. Sampai pada akhirnya aku memutuskan untuk kuliah," ungkap Sasha kepada Wolipop saat diwawancara pekan ini.

Putri dari Djoko Gunadi dan Sandra Sulistiotanti itu ingin menjadi tentara karena latar belakang keluarganya. Ayahnya adalah seorang tentara angkatan udara.

"Ayah sendiri kerja sebagai TNI AU di Wingdiktek Lanud Suryadarma Kalijati, Subang sebagai Kasibinjas Wingtek. Pangkat ayah sekarang Mayor," jelasnya.

Joshan Dwanisya, atlet cabang olahraga (cabor) Terbang Layang dalam PON Papua 2021.Joshan Dwanisya, atlet cabang olahraga (cabor) Terbang Layang dalam PON Papua 2021. Foto: Dok. Pribadi Joshan Dwanisya.

Namun saat akhirnya memutuskan kuliah setelah gagal menjadi tentara, mayoritas universitas di Jawa Barat sudah menutup pendaftarannya untuk mahasiswa baru. Sasha yang tidak mau menunggu hingga tahun berikutnya karena umur yang semakin bertambah berusaha mencari tahu kampus yang masih membuka pendaftaran.

"Jadi akhirnya aku cari-cari informasi ke teman dan ternyata teman memberikan informasi kalau masih ada universitas yang buka di Yogyakarta yaitu Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta," kenang Sasha.

Anak bungsu dari dua bersaudara ini kemudian mendaftar di kampus tersebut jurusan keperawatan. Dia memilih jurusan tersebut dengan pemikiran nantinya bisa merawat kedua orangtua.

"Ambil jurusan ini karena apa, aku mau nanti bisa merawat orangtua aku, dan bisa merawat siapapun yang membutuhkan pertolongan aku. Dan aku juga berpikir jurusan ini mulia karena menolong semua orang tanpa mengenal pamrih," kenang Sasha.

Joshan Dwanisya, atlet cabang olahraga (cabor) Terbang Layang dalam PON Papua 2021.Joshan Dwanisya, atlet cabang olahraga (cabor) Terbang Layang dalam PON Papua 2021. Foto: Dok. Pribadi Joshan Dwanisya.

Awal Mula Sasha di Olahraga Terbang Layang

Menjadi anak seorang tentara angkatan udara, sejak kecil Sasha pun kerap diajak sang ayah ikut terbang di pesawat penarik yang bermesin. Bahkan dia juga pernah mengikuti pendidikan terbang layang.

'Ketika SMA kelas 2 tahun 2015 aku ikut pendidikan terbang layang di Kalijati Subang, karena untuk pilot penerbang layang sendiri ini harus mempunyai ijazah lulus pendidikan terlebih dahulu," lanjut Sasha.

Sasha mengungkapkan alasannya pada akhirnya tertarik menjadi atlet terbang layang...KLIK HALAMAN SELANJUTNYA.

Saksikan juga: Napak Tilas dan kesaksian Bocah Hilang di Gunung Guntur

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2