Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Intimate Interview

Anggiasari Mawardi, Dokter Gigi yang Lebih Pilih Jadi Desainer Hijab

wolipop
Senin, 09 Mar 2015 18:40 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Instagram
Jakarta - Fashion busana muslim di Indonesia terus berkembang yang membuat banyak hijabers ingin menjadi desainer. Bahkan beberapa dari mereka rela meninggalkan profesi yang selama ini ditekuni demi menjadi desainer busana muslim. Anggiasari Mawardi merupakan salah satu hijabers yang lebih memilih terjun menjadi perancang busana walaupun tidak memiliki latar belakang pendidikan di dunia fashion.

Wanita 33 tahun itu awalnya merupakan seorang dokter gigi tapi kini lebih populer sebagai desainer. Kepada Wolipop, wanita yang akrab disapa Anggi ini berbagi cerita seputar perjalanannya hingga bisa menjadi perancang busana muslim yang juga tergabung dalam Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI).

Wanita lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran itu menekuni profesi sebagai dokter gigi sejak 2008. Kala itu Anggi masih bekerja di sebuah apotik kecil di Bandung. Agar kariernya sebagai dokter gigi semakin berkembang, ia memutuskan untuk melanjutkan pendidikan menjadi Spesialis Konservasi Gigi dan lulus di 2011.

Akan tetapi rencana berubah setelah lulus, Anggi tidak ingin mengembangkan profesinya sebagai dokter malah lebih memilih terjun sebagai desainer. Apa yang menyebabkan wanita berdarah Sunda ini memilih fokus menjadi perancang busana daripada dokter gigi?

Anggi mengaku bahwa ia merupakan sosok wanita yang tidak senang diatur. Setelah lulus dari spesialis, ia berhasil diterima di rumah sakit yang cukup besar di Bandung. Sayangnya di rumah sakit tersebut banyak peraturan-peraturan yang tidak sesuai dengan dirinya, termasuk soal senioritas.

Wanita kelahiran 5 November 1981 itu memutuskan untuk keluar dan membuka praktek sendiri bekerja sama dengan salah satu apotik ternama di Indonesia. Setelah membuka praktek, ia merasa waktunya sangat fleksibel dan kemudian memutuskan terjun menjadi desainer.

"Saya awalnya ingin mendedikasikan ilmu di rumah sakit besar tapi senioritasnya sangat tinggi di situ. Saya nggak bisa terima akhirnya memutuskan buka praktek sendiri. Setelah praktek kok waktunya luang banget jadi memutuskan serius buat brand sendiri karena mama juga kan fashion designer," tutur Anggi saat berbincang dengan Wolipop beberapa waktu lalu di Detikcom, Jl. Warung Jati Barat Raya No. 75, Buncit, Jakarta Selatan.

Anggi menjelaskan, keluarga besarnya memang memiliki bisnis di bidang tekstil. Neneknya bekerja sebagai importir kain dan ibundanya, Isye, merupakan seorang desainer yang biasa mendesain serta menjahit baju untuk seragam perusahaan atau blazer buat dijual. Bakat sang ibu menurun ke Anggi dan ia pun sudah bisa membuat baju sendiri sejak usia 17 tahun.

Awalnya Anggi tidak berpikir akan menjadi desainer busana muslim seperti sekarang, hal itu dimulai ketika ia mencoba-coba berjualan busana di pameran dokter gigi ketika masih kuliah. Rupanya busana rancangannya banyak diminati, dan setelah empat kali pameran ia memutuskan serius merilis brand dengan nama 'Anggia Handmade'.

Kini Anggi termasuk salah satu desainer busana muslim yang namanya mulai populer di dunia fashion. Meskipun sudah menjadi desainer ia masih berprofesi sebagai dokter gigi di salah satu apotik ternama di Bandung. Anggi menambahkan, sebenarnya menjadi dokter gigi dan desainer ada kemiripan karena keduanya menggunakan keahlian tangan. Hanya saja desainer memiliki manfaat yang lebih banyak untuk dirinya.

"Kalau buat tambalan gigi kan nggak flat kayak meja tapi harus ada ukirannya, sama saja seperti desainer butuh keahlian tangan. Tapi lebih prefer desainer karena itu bidang yang tanpa batas, nggak terlalu banyak aturan, kemampuan kita dieksplor terus, di sisi lain Anggi berpikir bisa memberikan lapangan pekerjaan bagi orang lain yang membutuhkan, ada nilai plusnya di situ, tanpa harus banyak syarat," tambah Anggi sebelum menutup perbincangan.

(aln/aln)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads