Jangan Asal Siram! Ini Urutan Mandi yang Benar Menurut Dokter Kulit
Pernahkah kamu berpikir bahwa kebiasaan mandi yang kamu lakukan setiap hari ternyata belum tentu cocok untuk kesehatan kulit? Di Indonesia, mandi sudah menjadi bagian dari gaya hidup harian. Bahkan, penelitian Seasia Stats mencatat Indonesia berada di peringkat kelima global sebagai negara paling sering mandi, dengan rata-rata sekitar 10 kali per minggu demi mengusir rasa lengket akibat cuaca tropis yang panas dan lembap.
Namun, sering mandi saja tidak cukup jika urutannya masih keliru. Menentukan urutan rutinitas mandi yang tepat memang sering kali membingungkan, tetapi kunci utamanya adalah menyesuaikannya dengan kebutuhan kulit dan rambut masing-masing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk membantu kamu menemukan formula yang paling pas, mari bedah rahasia perawatan dari tiga dokter kulit bersertifikat berikut:
1. Mandi Dua Kali Sehari ala Dr. Luke Maxfield
Seorang dokter kulit dan ahli bedah kanker kulit, Dr. Luke Maxfield, memilih untuk mandi dua kali sehari setelah berolahraga pagi serta sebelum tidur malam. "Saya melakukan operasi kanker kulit di kantor pada siang hari, dan mandi adalah suatu keharusan bagi saya sebelum tidur," ucapnya seperti dikutip dari EverydayHealth.
Suhu air hangat menjadi pilihan utamanya untuk membersihkan tubuh, meski ia akan menurunkan suhunya jika kulit mulai memperlihatkan tanda reaksi sensitif. Ia menggunakan sabun gel beraroma atau sesekali produk 3-in-1 agar lebih praktis, karena kulitnya tergolong toleran terhadap kandungan wewangian.
Urusan perawatan rambut, Dr. Luke terbilang cukup unik karena ia hanya mengandalkan sampo tanpa kondisioner. "Rambut saya pendek dan saya ingin rambut saya bervolume. Saya ingin rambut terlihat penuh dan mengembang sepanjang hari, sedangkan kondisioner bisa membuat rambut saya lepek," jelasnya.
Oleh sebab itu, ia memilih sampo antiketombe yang tidak hanya menjaga volume rambutnya, tetapi juga efektif merawat masalah dermatitis seboroik (peradangan kulit kronis) serta jamur tinea versicolor (panu) pada kulit wajah dan tubuh.
Setelah membilas tubuh dan mengeringkannya dengan handuk bersih yang diganti seminggu sekali, ia menutup urutannya dengan perawatan wajah. Dr. Maxfield mengoleskan retinoid saat kulit wajah masih dalam kondisi lembap. Langkah ini terbukti membantu mempercepat penyerapan bahan aktif secara maksimal ke dalam lapisan kulit.
2. Hidrasi Kulit ala Dr. Nada Elbuluk
Foto: Getty Images/O2O Creative
Ia menjelaskan bahwa wewangian sintetis dalam produk perawatan merupakan salah satu pemicu utama munculnya reaksi alergi atau dermatitis kontak (alergi yang menyebabkan ruam kulit gatal).
Frekuensi keramasnya sangat fleksibel, berkisar antara beberapa hari sekali hingga seminggu sekali tergantung pada gaya rambut yang sedang ia terapkan. "Saya memiliki rambut keriting alami yang secara alami lebih kering, jadi frekuensi mencuci rambut saya tergantung pada apakah saya menatanya keriting atau lurus," jelasnya.
Untuk kebersihan handuk, ia membedakan handuk wajah yang diganti setiap hari dengan handuk badan yang diganti seminggu sekali. Proses pengeringan tubuh dilakukan Dr. Nada dengan cara menepuk-nepuk kulit secara perlahan menggunakan handuk dan langsung mengaplikasikan pelembap (moisturizer).
3. Perlindungan Skin Barrier ala Dr. Jenni Holman
Foto: Getty Images/iStockphoto/Prostock-Studio
"Saya jelas tidak mencuci rambut setiap kali mandi," ucap Dr. Jenni. Karena tuntutan profesinya sebagai ahli bedah yang sering menggunakan penutup kepala, Dr. Jenni hanya mencuci rambutnya satu hingga dua kali seminggu.
Ia menggunakan teknik double cleanse dengan sampo khusus salon dan mengaplikasikan kondisioner hanya pada ujung rambut. Jika sedang tidak ingin keramas, ia memanfaatkan dry shampoo untuk menyerap minyak berlebih sehingga rambut tetap segar hingga seminggu.
Satu aturan penting yang sangat ditekankan oleh Dr. Jenni adalah mengoleskan pelembap pada tubuh dalam waktu tepat dua menit setelah mandi. Mengunci kelembapan saat kulit masih setengah basah terbukti efektif mencegah penguapan air (trans-epidermal water loss) serta mengobati masalah kulit kering seperti eksim. Ia menggunakan krim ber-ceramide tanpa pewangi yang sangat ampuh memperkuat benteng pertahanan (skin barrier) kulit.
Rutinitas Mandi Terbaik untuk Masyarakat Indonesia
Foto: iStockphoto
Kebiasaan mandi dua kali sehari ala Dr. Luke Maxfield sangat pas untuk menjaga kebersihan tubuh dari ancaman jamur dan kuman di daerah tropis. Namun, suhu air yang digunakan sebaiknya air biasa atau hangat kuku, bukan air panas agar kulit tidak semakin kering.
Untuk pemilihan produk, prinsip lembut dan bebas iritasi ala Dr. Nada Elbuluk adalah pilihan yang paling aman bagi mayoritas jenis kulit. Penggunaan gentle cleanser serta pelembap bertekstur ringan seperti lotion akan menjaga kelembapan tanpa memicu rasa lengket di bawah terik matahari.
Dengan memadukan frekuensi mandi yang tepat dan formula produk yang bersahabat, kulit akan tetap terasa segar sekaligus terlindungi sepanjang hari. Kamu dapat menyesuaikan rutinitas ini sesuai dengan tingkat aktivitas harianmu.













































