Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

5 Mitos Seputar Eksim yang Masih Dipercaya, Benarkah Bisa Menular?

Kiki Oktaviani - wolipop
Rabu, 30 Sep 2026 05:31 WIB
...
eksim basah.
Foto: Getty Images/iStockphoto/Injenerker
Jakarta -

Eksim atau dermatitis atopik masih sering disalahpahami. Di masyarakat, kondisi kulit ini kerap dikaitkan dengan berbagai pantangan, mulai dari anggapan bahwa eksim bisa menular lewat sentuhan, penderita harus menghindari banyak jenis makanan, hingga kekhawatiran menggunakan obat steroid.

Padahal, tidak semua anggapan tersebut benar. dr. Tomi Nugraha, Sp.DVE menjelaskan sejumlah hal yang perlu diketahui mengenai eksim, termasuk cara perawatan yang sebaiknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing penderita.

1. Eksim Bisa Menular?

Salah satu anggapan yang masih sering muncul adalah eksim dapat menular melalui kontak fisik. Padahal, kondisi tersebut tidak disebabkan oleh infeksi yang dapat berpindah dari satu orang ke orang lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

dr. Tomi menjelaskan bahwa eksim berkaitan dengan kondisi atopi, yaitu kecenderungan seseorang mengalami penyakit alergi tertentu. Kecenderungan ini dapat diturunkan dalam keluarga. Jika orang tua memiliki kondisi atopi, anak juga bisa memiliki kecenderungan yang sama, meski bukan berarti pasti mengalami eksim. Namun, kondisi tersebut berbeda dengan penularan.

"Eksim atau dermatitis atopik tidak menular sama sekali," tegas dr. Tomi dalam acara"Beyond the Flare, Every Skin Has a Story" di ERHA Center Iskandarsyah, baru-baru ini.

ADVERTISEMENT

2. Penderita Eksim Harus Menghindari Makanan Tertentu?

Makanan memang bisa menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan kondisi alergi. Namun, bukan berarti semua penderita eksim harus langsung menghindari banyak jenis makanan.

Menurut dr. Tomi, pantangan makanan sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan tanpa mengetahui apakah seseorang memang memiliki alergi terhadap makanan tertentu.

Pemeriksaan alergi dapat dilakukan untuk mengetahui adanya alergi terhadap jenis makanan tertentu. Jika memang ditemukan alergi, makanan yang menjadi pencetus tersebut kemudian dapat dihindari. Artinya, tidak semua makanan perlu dijadikan pantangan hanya karena seseorang mengalami eksim.

3. Eksim Bisa Sembuh Total?

Kulit yang sudah kembali mulus dan tidak lagi terasa gatal bukan berarti eksim sudah sembuh total. dr. Tomi menjelaskan bahwa dermatitis atopik memiliki sifat kambuhan, terutama jika masih terdapat faktor pencetus.
Karena itu, meski kondisi kulit sudah membaik, perawatan tetap perlu dilakukan untuk menjaga skin barrier dan mencegah kekambuhan.

"Kalau sudah terkontrol, saya tidak pernah mengatakan kepada pasien bahwa eczema-nya sudah sembuh. Saya lebih memilih mengatakan bahwa kondisinya sudah terkontrol dan kulitnya harus terus dijaga supaya tidak kambuh lagi," jelas dr. Tomi.

4. Steroid Tidak Boleh Digunakan untuk Eksim?

Obat steroid masih sering dianggap sebagai sesuatu yang harus dihindari oleh penderita eksim. Padahal, steroid dapat digunakan untuk membantu mengatasi peradangan pada eksim, selama penggunaannya sesuai dengan kondisi pasien dan perencanaan dokter.

Menurut dr. Tomi, masalah justru dapat muncul ketika steroid digunakan secara tidak tepat, misalnya terus-menerus tanpa pengawasan atau tidak memiliki aturan yang jelas mengenai kapan harus mulai dan berhenti menggunakannya. Jenis obat, dosis, cara penggunaan, durasi pemakaian, hingga kapan dosis perlu diturunkan atau obat dihentikan perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

5. Semua Penderita Eksim Harus Menjalani Perawatan yang Sama?

Setiap penderita eksim bisa memiliki kondisi kulit dan faktor pencetus yang berbeda. Perawatan yang berhasil pada satu orang belum tentu bisa diterapkan dengan cara yang sama pada penderita lainnya. dr. Tomi mengatakan bahwa tidak ada satu aturan perawatan yang bisa diterapkan kepada semua penderita eksim.

"Tidak bisa dibuat satu aturan untuk semua penderita eksim. Misalnya anak A boleh mandi dengan cara tertentu, belum tentu anak lain kondisinya sama. Semuanya harus disesuaikan dengan kondisi eksim masing-masing," jelas dr. Tomi.

Menurutnya, hal yang tidak kalah penting adalah mengetahui faktor apa yang menjadi pencetus eksim pada masing-masing orang. Setelah pencetus diketahui, faktor tersebut dapat dihindari, sementara hal-hal yang bukan menjadi pencetus tidak perlu dibatasi secara berlebihan.

(kik/kik)
Tags
...
Hide Ads