Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Sering Scrolling HP? Hati-Hati, 6 Perubahan Fisik Ini Mengintai Tubuhmu!

Adinda Salma - wolipop
Senin, 31 Agu 2026 13:00 WIB
...
Surprised asian woman using smart phone in a kitchen at home
Foto: Getty Images/AntonioGuillem
Jakarta -

Aktivitas penggunaan handphone kini bukan hanya menjadi pengisi waktu senggang tapi juga kebutuhan untuk bekerja atau mengerjakan tugas. Namun, kebiasaan scrolling layar ponsel secara terus-menerus dapat mengubah postur tubuh dan fungsi organ tanpa disadari.

Banyak pengguna ponsel baru menyadari dampak negatif tersebut saat rasa nyeri atau kelelahan fisik mulai mengganggu aktivitas harian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut adalah beberapa perubahan fisik akibat kebiasaan scrolling ponsel yang sering diabaikan:

1. Pergeseran Posisi Leher dan Kepala

Saat seseorang menunduk menatap layar ponsel, beban mekanis pada sendi leher meningkat secara signifikan. Kepala manusia memiliki bobot yang cukup berat, sehingga kemiringan ke depan memaksa otot leher dan punggung atas bekerja ekstra keras.

ADVERTISEMENT

Kondisi ini awalnya hanya menyebabkan pegal ringan pada area tengkuk dan bahu. Namun, posisi menunduk secara kronis berpotensi memicu ketegangan otot permanen serta nyeri punggung yang berulang.

2. Ketegangan Otot Bahu

Banyak orang tidak menyadari bahwa postur bahu mereka terangkat dan tertarik ke depan saat memegang ponsel. Ketegangan ini terjadi selama berjam-jam tanpa disadari hingga tubuh akhirnya dipaksa melakukan peregangan. Semakin sering postur tidak alami ini terulang, tubuh akan menganggapnya sebagai posisi normal.

3. Kelelahan Mata dan Risiko Gangguan Penglihatan

Mata manusia secara alami tidak dirancang untuk menatap layar kecil berjarak dekat dalam durasi lama. Aktivitas scrolling yang intensif membuat frekuensi berkedip berkurang drastis. Dampaknya, mata menjadi lebih cepat kering, gatal, memerah, hingga memicu pusing atau pandangan kabur.

4. Perubahan Pola dan Kualitas Tidur

Kebiasaan memeriksa ponsel di atas tempat tidur menghambat otak memasuki fase relaksasi. Paparan cahaya biru dari layar menekan produksi hormon melatonin yang bertugas mengatur ritme sirkadian tubuh. Selain itu, algoritma media sosial yang interaktif memicu pelepasan dopamin, sehingga seseorang terus menunda jam tidurnya.

5. Penurunan Massa Otot Akibat Kurang Bergerak

Proses scrolling layar sering kali membuat seseorang bertahan pada posisi duduk atau berbaring tanpa bergerak selama berjam-jam. Kurangnya mobilitas fisik menyebabkan otot-otot utama tubuh tidak berkontraksi secara optimal. Jika kebiasaan pasif ini berlangsung dalam jangka panjang, penurunan massa dan kekuatan otot dapat terjadi secara bertahap.

6. Ketegangan pada Jari, Tangan, dan Pergelangan Tangan


Gerakan repetitif ibu jari serta posisi pergelangan tangan yang terkunci memicu tekanan berlebih pada ligamen. Menggenggam ponsel berukuran besar dalam waktu lama dapat menyebabkan rasa kebas, kram, hingga nyeri sendi. Aktivitas scrolling berlebihan juga terbukti meningkatkan risiko peradangan pada saraf tangan.

Studi menunjukkan bahwa risiko Carpal Tunnel Syndrome (CTS)-kondisi ketika saraf median di pergelangan tangan mengalami tekanan atau terjepit-meningkat akibat penggunaan ponsel yang berlebihan. Hal ini dapat menimbulkan rasa kesemutan, mati rasa, nyeri, hingga kelemahan pada tangan dan jari.

Menggunakan ponsel bukanlah hal yang sepenuhnya buruk, tetapi menetapkan batasan waktu sangat penting bagi kesehatan jangka panjang. Dengan memberikan jeda secara berkala, tubuh dapat terhindar dari berbagai dampak fisik yang merugikan.

(eny/eny)
...
Hide Ads