Profesor Ini Muda 15 Tahun Tanpa Operasi, Begini Rahasia dan Menu Dietnya
Keinginan untuk memperlambat penuaan tubuh kini bukan lagi sekadar fiksi ilmiah semata. Seorang profesor di National University of Singapore's Yong Loo Lin School of Medicine (NUS Medicine) berhasil membuktikan bahwa proses pembalikan usia tubuh sangat mungkin untuk dicapai melalui sains.
Fenomena ini dibuktikan langsung oleh Direktur Institut Kedokteran Digital di NUS Medicine, Professor Dean Ho, yang memimpin sebuah eksperimen mandiri. Penelitian bernama Delta ini telah dipublikasikan secara resmi dalam jurnal PLOS One. Riset yang dimulai sejak pertengahan Agustus 2024 tersebut difokuskan pada pengamatan ilmiah tentang pengaruh gaya hidup terhadap umur panjang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Intermittent Fasting dan Olahraga
Dalam penelitian ini, Profesor Dean mengorbankan dirinya untuk menjadi subyek tunggal dalam uji coba tersebut. Ia secara disiplin menerapkan intermittent fasting, mulai dari durasi 20 jam hingga puasa penuh 48 jam.
Seperti dikutip dari AsiaOne, aktivitas harian sang profesor diawali dengan latihan fisik intensif selama 90 menit setiap pagi hari. Sesi kebugaran tersebut mengkombinasikan antara latihan kekuatan otot yang terukur serta olahraga kardio secara seimbang.
Menu konsumsi hariannya dipenuhi dengan sayuran hijau, minyak zaitun, olahan biji-bijian utuh, serta asupan protein tanpa lemak. Untuk minumannya, ia hanya terbatas pada mengonsumsi air putih, minuman elektrolit, serta kopi dan teh hitam tanpa gula dan susu.
Pemantauan Data Biometrik Secara Real Time
Proses pengumpulan data biometrik tubuhnya dilakukan secara nonstop menggunakan tiga perangkat pelacak kebugaran seperti Garmin, Whoop, dan Apple Watch. Pelacak tersebut selalu terpasang selama sekitar delapan bulan penuh demi melacak setiap dinamika fisik.
Dari pengamatan terungkap, laju peralihan metabolisme tubuh profesor NUS itu menurun dari rentang waktu normal 24 jam menjadi hanya 16,5 jam saja. Kemampuan metabolisme tersebut memungkinkan tubuh berganti dari membakar gula ke membakar lemak jauh lebih cepat.
Seseorang pada usia 47 tahun umumnya membutuhkan waktu metabolisme antara 36 hingga 72 jam lamanya. Perubahan positif ini turut berdampak langsung pada daya tahan jantung serta optimalisasi kualitas kesehatan organ vitalnya.
Peningkatan Fungsi Jantung dan Kualitas Tidur
Dari riset tersebut juga terungkap, detak jantung istirahat Profesor Dean mengalami penurunan signifikan, bergerak turun dari 65 denyut per menit menjadi 46 denyut per menit. Kualitas istirahat malamnya turut membaik seiring dengan penerapan pola hidup terstruktur tersebut. Durasi tidurnya melonjak dari semula hanya lima jam menjadi hampir delapan jam penuh setiap malamnya.
Profesor Dean kini menikmati porsi tidur nyenyak yang lebih baik serta mampu terlelap lebih awal pada pukul 9 malam. Transformasi positif ini membuktikan bahwa pengelolaan kebiasaan harian yang memainkan peranan kunci bagi pencapaian target umur panjang.
Usia Fisiologis Berkurang Hingga 15 Tahun
Artificial Intelligence (AI) khusus yang dirancang oleh tim peneliti memperkirakan usia fisiologis Profesor Dean kini 32 tahun, hampir 15 tahun lebih muda dari umur aslinya.
"Kami memulai penelitian ini untuk lebih memahami apa yang terjadi di antara pemeriksaan kesehatan tahunan," kata Profesor Dean menjelaskan latar belakang penelitiannya.
Pihak NUS menegaskan bahwa temuan ini bersifat personal dan bergantung pada respons biologis masing-masing individu. "Kami tahu bahwa setiap orang berbeda satu sama lain, tetapi kami juga berbeda dari diri kami seiring berjalannya waktu. Setiap orang memiliki 'Delta' masing-masing, sekumpulan data yang unik dan terus berkembang, yang mencerminkan fakta bahwa kesehatan adalah sebuah kisah bukan sekadar potret sesaat." ucap Profesor Dean.
(eny/eny)











































