Miliarder Obsesi Awet Muda Simpan Darah Haid Pacar di Freezer, Ini Alasannya
Bryan Johnson kembali bikin publik geleng-geleng kepala. Miliarder teknologi yang dikenal terobsesi memperlambat penuaan itu mengungkap bahwa ia menyimpan sekitar 10 mililiter darah menstruasi sang kekasih, Kate Tolo, di freezer bersuhu -80 derajat Celsius untuk kepentingan riset.
"Darah menstruasi itu berharga dan kurang dimanfaatkan. Ini adalah cara non-invasif untuk melihat ke dalam rahim,"jelas Johnson di X sambil mengunggah foto Kate Tolo.
Meski bagi banyak orang tindakan Johnson berlebihan, namun baginya, hal bukan sesuatu yang aneh. Sebelumnya, pria 48 tahun itu juga pernah menjadi sorotan karena menjalani transfusi plasma dari putranya sendiri demi mendukung program anti-penuaan yang dijalankannya. Ia bahkan pernah membagikan data kesehatan pribadi keluarganya ke publik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kali ini, Johnson menjelaskan bahwa darah menstruasi dianggap sebagai sumber informasi medis yang selama ini kurang dimanfaatkan. Menurutnya, sampel tersebut dapat memberikan gambaran kondisi rahim tanpa prosedur invasif.
Bryan Johnson dan kekasihnya, Kate Tolo Foto: dok. Instagram @bryanjohnson_ |
Ia mengatakan darah itu akan dianalisis untuk mencari berbagai indikator kesehatan, mulai dari gangguan hormon, paparan bahan kimia pengganggu endokrin, hingga keberadaan mikroplastik. Johnson bahkan menyebut dirinya senang menjalani eksperimen ilmiah bersama Kate.
Meski terdengar kontroversial, Kate tampaknya mendukung proyek tersebut. Menanggapi unggahan Johnson, wanita 30 tahun itu hanya membalas singkat,
"Terima kasih sudah menjagaku, sayang."
Ternyata, pengambilan darah haid itu hanyalah sebagian kecil dari proyek kesehatan yang jauh lebih besar. Johnson mengklaim Kate kini mengumpulkan sekitar 14 juta titik data terkait siklus menstruasinya, yang disebut sebagai proyek pertama di dunia dengan cakupan sedetail itu.
Setiap hari, Kate disebut harus menjalani lebih dari 100 aktivitas pemantauan menggunakan lebih dari 50 perangkat kesehatan. Ia rutin memberikan sampel urine, menelan kapsul pengukur suhu tubuh, mengukur metabolisme lewat alat khusus, hingga menggunakan perangkat berbentuk tampon yang dirancang untuk memantau perubahan aliran darah menstruasi.
Dalam wawancara dengan The Wall Street Journal, Kate mengatakan ia mengikuti proyek tersebut karena ingin membantu dunia medis memahami kesehatan perempuan dengan lebih baik. Ia juga mengaku memiliki gangguan metabolik dan hormonal yang memengaruhi ovarium, sehingga berharap teknologi tersebut bisa membantu menemukan penanganan yang lebih efektif.
Di balik ambisi itu, muncul pula suara skeptis. Sejumlah pihak mempertanyakan apakah proyek tersebut murni bertujuan untuk riset atau berkaitan dengan bisnis. Johnson dan Kate diketahui mendirikan perusahaan suplemen bernama Immortals, yang dikabarkan tengah bersiap meluncurkan lini produk kesehatan khusus perempuan.
Meski begitu, para ahli memang telah lama menyoroti bahwa penelitian mengenai kesehatan reproduksi perempuan masih tertinggal dibandingkan penelitian pada laki-laki. Karena itu, proyek Johnson dan Kate dinilai bisa membuka diskusi baru mengenai pentingnya riset menstruasi, meski pendekatan yang mereka gunakan tetap menuai kontroversi.
(kik/kik)











































