Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Cara Aman Membersihkan Telinga, Dokter Ingatkan Hindari Cotton Bud

Hestianingsih Hestianingsih - wolipop
Minggu, 09 Agu 2026 11:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Ilustrasi telinga wanita sakit
Foto: Getty Images/VladimirFLoyd
Jakarta -

Banyak orang merasa telinganya harus rutin dibersihkan, terutama saat melihat ada kotoran yang menumpuk. Padahal, menurut dokter, kotoran telinga atau earwax tidak harus selalu dibersihkan karena memiliki fungsi penting.

Menurut Dr. Erich P. Voigt, profesor Otolaringologi atau Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) di NYU Grossman School of Medicine, bagian dalam telinga sebenarnya tidak perlu dibersihkan secara rutin. Seperti dikutip dari Huffpost, dia menjelaskan bahwa kotoran telinga berfungsi sebagai lapisan pelindung saluran telinga.

Selain bersifat tahan air, earwax juga memiliki sifat antimikroba yang membantu mencegah infeksi pada telinga bagian luar. Tak hanya itu, kotoran telinga dapat menjaga kelembapan saluran telinga sehingga tidak mudah kering atau terasa gatal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Telinga Bisa Membersihkan Sendiri

Dr. Erich menjelaskan bahwa kotoran telinga terbentuk dari campuran sel kulit mati dan minyak alami yang diproduksi di saluran telinga.

"Sel-sel kulit akan bergerak perlahan dari gendang telinga menuju bagian luar saluran telinga, lalu bercampur dengan minyak alami sehingga membentuk kotoran telinga," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Senada dengan Dr. Erich, Dr. Bradley B. Block, dokter spesialis THT, mengatakan tubuh sebenarnya sudah memiliki mekanisme alami untuk membersihkan telinga.

"Tubuh memiliki sistem untuk menghasilkan kotoran telinga sekaligus mendorongnya keluar," jelas Dr. Bradley.

Gerakan saat mengunyah dan berbicara membuat kulit di saluran telinga ikut bergerak sehingga kotoran telinga terdorong perlahan ke arah luar. Pada sebagian besar orang, proses tersebut berlangsung secara alami sehingga kotoran telinga akan keluar dengan sendirinya saat beraktivitas sehari-hari.

Oleh karena itu, terlalu sering membersihkan telinga justru dapat mengganggu mekanisme alami tersebut.

"Membersihkan telinga bisa mendorong kotoran masuk lebih dalam hingga akhirnya menyumbat saluran telinga," katanya.

Namun, ada sebagian orang yang memproduksi kotoran telinga terlalu banyak atau memiliki tekstur yang lebih kental. Kondisi ini bisa menyebabkan saluran telinga tersumbat hingga mengganggu pendengaran dan memerlukan penanganan dokter.

cotton budCotton bud. Foto: iStock

Hindari Membersihkan Telinga dengan Cotton Bud

Dokter menyarankan untuk tidak menggunakan cotton bud untuk membersihkan telinga. Cotton bud dapat menggores saluran telinga, menyebabkan perdarahan, hingga berisiko merusak gendang telinga.

Selain mendorong kotoran semakin masuk ke dalam, penggunaan cotton bud juga dapat meningkatkan risiko infeksi telinga luar. Dr. Bradley menambahkan bahwa menghilangkan seluruh lapisan kotoran telinga juga sangat tidak disarankan.

"Menghilangkan seluruh kotoran telinga dapat membuat kulit di saluran telinga kering. Kulit yang kering akan terasa gatal sehingga orang cenderung kembali menggunakan cotton bud untuk menggaruknya. Akhirnya terbentuk siklus yang terus berulang," jelasnya.

Cara Membersihkan Telinga yang Benar

Jika ingin membersihkan telinga, cukup bersihkan bagian luar atau kotoran yang memang sudah terlihat di pintu masuk saluran telinga.

"Rekomendasi saya, biarkan tubuh melakukan tugasnya sendiri," ujar Dr. Michael Lustig, dokter spesialis THT.

"Biarkan proses alami mengeluarkan kotoran telinga berlangsung sendiri. Gunakan kain bersih yang dibasahi air, lalu usapkan pada bagian luar atau kotoran yang sudah berada di dekat lubang telinga," lanjutnya.

Selain itu, aktivitas mandi dan keramas sehari-hari umumnya sudah cukup untuk menjaga kebersihan telinga. Cukup bersihkan bagian luar telinga menggunakan jari yang telah diberi sabun atau kain lembut.

Kapan Harus ke Dokter?

Meski sebagian besar orang tidak mengalami masalah, penumpukan kotoran telinga tetap bisa terjadi. Jika saluran telinga tersumbat, kamu mungkin akan merasakan beberapa gejala, seperti pendengaran terasa berkurang, telinga seperti tersumbat dan suara sendiri terdengar bergema .

Jika mengalami keluhan tersebut, sebaiknya jangan mencoba mengeluarkan kotoran telinga sendiri. Dokter THT dapat membersihkan sumbatan dengan alat khusus sekaligus memastikan tidak ada gangguan lain pada telinga.

(hst/hst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads